Paramount Skydance secara resmi menyetujui penundaan merger dengan Warner Bros. Discovery (WBD) hingga persidangan antimonopoli selesai digelar.

Kesepakatan itu ditandatangani pada Jumat (24/7) dan disetujui oleh koalisi jaksa agung dari 12 negara bagian yang menggugat akuisisi tersebut.

>>> Merger Paramount-Warner Bros Kembali Ditunda, Sidang Digelar 3 Agustus

Berdasarkan perjanjian, transaksi senilai US$111 miliar tidak akan diselesaikan hingga lima hari setelah persidangan atau paling lambat 1 Juni 2027, mana yang lebih dulu.

Jaksa Agung New York Letitia James menyebut langkah ini sebagai kemenangan penting dalam upaya menegakkan hukum dan melindungi industri film dan televisi.

Jaksa Agung California Rob Bonta juga menilai kesepakatan itu sebagai kemenangan luar biasa bagi penonton dan pekerja kreatif.

Latar Belakang Gugatan dan Penundaan

Sebelumnya, Hakim Araceli Martinez-Olguin memerintahkan penundaan merger selama 14 hari pada 21 Juli, setelah 12 negara bagian menggugat kesepakatan tersebut.

Penundaan itu kemudian diperpanjang 14 hari lagi, sehingga merger tidak dapat ditutup sebelum 18 Agustus 2026.

>>> Meghan Markle Jadi Bintang Tamu MasterChef Australia, Drama dengan Juri Terjadi

Para jaksa agung menuduh merger melanggar Undang-undang Clayton karena akan mengurangi persaingan di pasar distribusi jaringan dan bioskop.

Writers Guild of America juga mengajukan tantangan terpisah, dengan alasan merger akan menekan upah penulis dan menyebabkan homogenisasi konten.

Paramount sebelumnya berharap bisa menyelesaikan kesepakatan sebelum 30 September untuk menghindari biaya harian US$7 juta kepada investor Warner Bros.

Namun, dengan adanya perjanjian penundaan ini, tampaknya penyelesaian merger tidak akan terjadi dalam waktu dekat kecuali ada kesepakatan dengan negara bagian.

>>> Lagu Firework Katy Perry Dipakai Konten Militer, Perry Protes

Sidang terkait permintaan perintah sementara dijadwalkan pada 3 Agustus 2026, yang bisa memblokir merger tanpa batas waktu.