Hakim Keluarkan Perintah Penahanan 14 Hari untuk Merger Paramount-Warner Bros.
Pengadilan Distrik untuk California Utara pada Senin (21/7/2026) mengeluarkan perintah penahanan sementara (temporary restraining order) selama 14 hari terhadap tawaran pengambilalihan bermusuhan (hostile takeover) Paramount atas Warner Bros.
Discovery.
Perintah ini dikeluarkan sebelum Paramount menutup transaksi pada Selasa, 22 Juli 2026.
Perintah penahanan ini menguntungkan koalisi 12 negara bagian yang berupaya memblokir merger tersebut.
Koalisi yang dipimpin oleh Jaksa Agung California Rob Bonta ini juga mencakup jaksa agung dari Arizona, Colorado, Connecticut, Massachusetts, Minnesota, Nevada, New Jersey, New Mexico, New York, Oregon, dan Washington.
Koalisi berargumen bahwa merger akan melanggar hukum antimonopoli federal dengan menggabungkan dua dari tiga programmer kabel teratas dan dua dari lima distributor film terbesar.
Sidang Pendahuluan Dijadwalkan 3 Agustus
Hakim Araceli Martínez-Olguín dari Pengadilan Distrik California Utara mendengarkan argumen dari koalisi, Paramount, dan Warner Bros. pada Jumat pekan lalu.
Hakim menulis bahwa koalisi 12 negara bagian "menunjukkan bahwa masih ada pertanyaan serius mengenai substansi perkara."
Negara-negara bagian juga mengajukan permohonan preliminary injunction untuk memblokir kesepakatan hingga hakim memberikan putusan.
Hakim Martínez-Olguín menetapkan tanggal 3 Agustus untuk sidang preliminary injunction, meskipun dapat ditunda jika para pihak setuju.
Jika kesepakatan tidak ditutup pada 30 September, Paramount akan membayar jutaan dolar AS per hari kepada investor Warner Bros.
Latar Belakang Akuisisi
Paramount, yang juga dikenal sebagai Paramount Pictures, memiliki layanan streaming Paramount+ dan Pluto TV, serta saluran televisi seperti CBS, Nickelodeon, Comedy Central, MTV, dan Showtime.
Paramount+ menaikkan harga pada Januari 2026 menjadi US$8,99 dengan iklan dan US$13,99 tanpa iklan.
Warner Bros.
Discovery sebelumnya mengumumkan pada 21 Oktober 2025 bahwa mereka sedang mengevaluasi kemungkinan akuisisi seluruh perusahaan atau pemisahan bisnis Warner Bros.
Update Terbaru
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB







