Merger KAI dan INKA Siap Penuhi Kebutuhan 156 Rangkaian KRL pada 2040
PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) resmi memulai proses integrasi strategis atau merger.
Langkah ini diumumkan dalam kegiatan Kick-Off Integrasi di Ballroom Jakarta Railway Center, Jakarta, pada Selasa (21/7).
>>> Video: Saatnya Bersemangat dengan Inovasi Teknologi Terbaru
Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management Desty Arlaini menekankan pentingnya kesamaan visi di antara seluruh jajaran pimpinan dan karyawan kedua perusahaan.
"KAI dan INKA harus menjadi satu tim yang saling menghormati kompetensi masing-masing," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan integrasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api Indonesia.
Menurutnya, perencanaan kebutuhan sarana jangka panjang harus terhubung antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen.
"Proyeksi kebutuhan sarana perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan desain, kapasitas produksi, pengujian, dan penyerahan produk yang lebih selaras," kata Bobby.
Kebutuhan KRL Hingga 2040
Salah satu potensi terbesar dari integrasi ini adalah pemenuhan kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL). Berdasarkan perhitungan awal KAI, kebutuhan KRL hingga 2040 diproyeksikan mencapai sekitar 156 rangkaian.
Bobby menjelaskan angka tersebut belum mencakup kebutuhan Kereta Rel Diesel, sarana kereta api jarak jauh, lokomotif, serta sarana untuk layanan barang.
Pemenuhannya membutuhkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, penguatan penguasaan teknologi, dan keselarasan antara kebutuhan operator dan kemampuan produsen.
Menurut Bobby, peluang ini menjadi salah satu alasan utama KAI mendukung integrasi dengan INKA.
Hubungan yang lebih terkoordinasi antara operator dan produsen diharapkan memperkuat kepastian kebutuhan, kesiapan produksi, dan pengembangan sarana yang sesuai dengan karakter layanan di Indonesia.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







