Harga Minyak Dunia Masih Bertahan Dekat Level US$100 per Barel
Harga minyak dunia bergerak turun tipis pada perdagangan Jumat (24/7), tetapi masih bertahan di dekat level psikologis US$100 per barel.
Minyak mentah Brent tercatat melemah 72 sen atau 0,72 persen menjadi US$99,97 per barel.
>>> Kendaraan Listrik Bebas Pajak, DKI Kehilangan Pendapatan Rp2 Triliun
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 70 sen atau 0,76 persen ke level US$91,49 per barel.
Meski terkoreksi, Brent masih berada di jalur kenaikan mingguan sebesar 13,5 persen, sedangkan WTI diperkirakan menguat 10,9 persen sepanjang pekan ini.
Sehari sebelumnya, Brent ditutup melonjak 7 persen dan WTI naik 6,2 persen.
Ini menjadi pertama kalinya sejak Mei harga Brent ditutup di atas level US$100 per barel.
Kekhawatiran Pasokan Meningkat
Lonjakan harga dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Serangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa jalur pelayaran Bab el-Mandeb dapat ditutup.
>>> Trump Berlakukan Tarif Impor Baru hingga 12,5 Persen, RI Kena Berapa?
Selat yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia itu merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia setelah Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga berjanji akan meminta pertanggungjawaban Iran apabila kembali terjadi serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi setelah Negeri Raja Salman mengalihkan ekspor minyaknya melalui jaringan pipa untuk menghindari penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Iran juga disebut mendesak Houthi untuk menutup jalur Bab el-Mandeb apabila AS terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Iran, menyusul runtuhnya gencatan senjata sementara kedua negara dua pekan lalu.
Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan risiko terhadap rantai pasok energi global kembali meningkat. "Jerat terhadap jalur pasokan energi global kembali mengencang," kata Sycamore dalam catatannya.
Di sisi lain, pasokan minyak global juga mendapat tekanan dari Kazakhstan.
>>> Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Resmi Daftar ke Kemenkum
Kementerian Energi negara itu menyatakan perusahaan-perusahaan minyak untuk sementara mengurangi produksi setelah dugaan serangan drone Ukraina memaksa penutupan terminal ekspor utama di Laut Hitam.
Update Terbaru
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Penyidik Polri dan Swasta Diperiksa Terkait Perkara TPPU Febrie
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
3 Pemain Timnas Indonesia Dicoret dari Skuad Piala AFF 2026 Lawan Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
Respon Airlangga Hartarto Soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
Garuda Unggul di Babak Pertama, Ini Analisis Indonesia vs Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
DPR Kecam Kekerasan Massa dan Desak Penegakan Hukum Tegas
Senin / 27-07-2026, 22:42 WIB
Gantikan Jay Idzes, Rizky Ridho Pimpin Lini Belakang Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:35 WIB







