Mendag Respons soal Harga Bahan Pokok Naik usai MBG Jalan Lagi
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi kenaikan harga bahan pokok yang terjadi setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan.
Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga di tingkat produsen maupun konsumen.
>>> MK Kabulkan Sebagian Gugatan Ojol dan Pedagang Online soal Kuota Hangus
Budi mencontohkan pergerakan harga telur ayam yang mulai mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Harga telur kemarin kan berapa? Rp26 ribu, padahal HET-nya Rp30 ribu kan?"
kata Budi di Hotel Tentrem, Yogyakarta pada Kamis (23/7).
Ia menilai kondisi tersebut justru mencerminkan keseimbangan pasar.
Budi mengingatkan bahwa HET merupakan titik keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.
Apabila harga terlalu rendah, produsen berpotensi mengalami kerugian hingga menghentikan produksi, yang pada akhirnya dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
"Tetapi ketika ketemu atau sekarang harganya mendekati (HET), sekarang kan sudah hampir Rp28 ribu. Jadi sudah bagus," ujarnya.
Lebih lanjut, Budi mengatakan program MBG turut meningkatkan penyerapan komoditas pangan, termasuk telur, sehingga membantu menciptakan keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar.
"Memang sekarang penyerapannya lebih bagus, salah satu faktornya ya MBG juga sudah berjalan kembali. Jadi sebenarnya MBG itu bisa menjadi penyeimbang antara permintaan dan penawaran," ucap Budi.
>>> AS Ancam Malaysia jika Usir Warga Israel, PM Anwar Ibrahim Tak Takut
Budi mengatakan kehadiran program MBG membuat ekosistem pangan berjalan lebih baik karena penyerapan hasil produksi menjadi lebih optimal.
Sebelum program tersebut berjalan, harga komoditas cenderung fluktuatif akibat tidak adanya kepastian permintaan.
Kondisi itu juga membuat produsen menghadapi risiko kelebihan pasokan ketika produksi tinggi, sementara saat produksi rendah permintaan justru dapat meningkat dan memicu kenaikan harga.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







