Alasan Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME
Pemerintah resmi menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Fadli menjelaskan bahwa pemilihan tanggal 13 Juli memiliki dasar historis. Tanggal tersebut berkaitan dengan sidang besar Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 13 Juli 1945.
>>> 50 Influencer dengan Bayaran Tertinggi 2026, MrBeast Nomor Satu
"Penetapan tanggal 13 Juli juga adalah satu penetapan yang historis, karena ini dikaitkan dengan rapat besar tanggal 13 Juli tahun 1945 ketika pembicaraan tentang konstitusi kita," kata Fadli dalam acara bersama Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) di TMII, Senin (6/7).
Penetapan ini juga merupakan amanat konstitusi.
Fadli merujuk pada Pasal 32 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan negara memajukan kebudayaan nasional dengan menjamin masyarakat memelihara dan mengembangkan nilai budayanya.
Selain itu, penetapan ini didasarkan pada UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman kepercayaan.
"Penetapan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini menjadi pengingat kita semua bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman, toleransi, penghormatan terhadap martabat setiap warga negara," ujar Fadli.
>>> Bek Kolombia Andrés Escobar Tewas Ditembak Usai Gol Bunuh Diri di Piala Dunia 1994
Meski demikian, Fadli belum memutuskan apakah 13 Juli akan menjadi hari libur nasional.
"Meskipun kalau ditawarkan pasti banyak yang mau, tapi liburnya mungkin nanti kalau ada diperjuangkan itu bisa saja fakultatif," katanya.
Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan menambahkan bahwa proses penetapan ini sudah berlangsung lama. MLKI telah mengajukan usulan sejak 2005.
Pembahasan melibatkan para penghayat kepercayaan dan berbagai organisasi di bawah Kementerian Kebudayaan.
>>> Google Konfirmasi Peluncuran Pixel 11 pada 12 Agustus 2026
"Pembahasan ini diikuti oleh para penghayat kepercayaan dan berbagai organisasi kepercayaan MLKI yang difasilitasi oleh Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat," jelas Restu.
Update Terbaru
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB







