Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, menyoroti gaya bermain Paraguay yang dinilainya terlalu keras saat kedua tim bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Prancis hanya mampu mencetak satu gol melalui penalti Kylian Mbappe pada laga yang berlangsung Minggu (5/7/2026) dini hari WIB.

>>> Prime Video Rilis Serial Muhammad Ali 'The Greatest' pada 4 November 2026

Menurut Deschamps, Paraguay bertahan dengan rapat dan kerap melakukan pelanggaran tanpa dihukum wasit.

"Tidak mudah. Mereka menggunakan semua trik yang ada.

Ini bukan jenis sepak bola yang membuat orang tertarik ke stadion, tetapi mereka bertahan dengan baik. Selalu sulit melawan tim-tim Amerika Selatan," ujar Deschamps dikutip dari Reuters.

Pelatih berusia 57 tahun itu juga menilai ada upaya pemain Paraguay untuk mencelakai Mbappe.

"Saya meminta dua pemain terkuat untuk berdiri di sekitar Kylian di akhir pertandingan karena mereka akan menjatuhkannya," ungkap Deschamps.

>>> Adrien Rabiot Jadi Pilar Utama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026

Kunci sukses Prancis, menurut Deschamps, adalah fokus pemain yang tidak terganggu provokasi lawan.

"Kami tidak kehilangan fokus, tetapi permainan fisik membuat jadi sulit. Mereka bertahan dengan baik.

Mereka melakukan pelanggaran tanpa dihukum. Sulit membuat [Michael] Olise marah, tetapi mereka bisa melakukannya.

Mereka juga mencoba hal yang sama dengan Mbappe tetapi tidak berhasil," pungkasnya.

>>> Badai Petir Ganggu Perayaan Hari Kemerdekaan di Pittsburgh

Dengan kemenangan ini, Prancis melaju ke perempat final dan akan berhadapan dengan Maroko.