Amerika Serikat merayakan 250 tahun kemerdekaannya pada 4 Juli 2026 di tengah perdebatan mengenai relevansi hubungan istimewa dengan Inggris.

Presiden Donald Trump menyambut Raja Charles III dan Ratu Camilla di Gedung Putih untuk kunjungan kenegaraan. Namun, ia juga melontarkan kritik terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

>>> Denny Hamlin Raih Pole di Chicagoland, NASCAR Kembali Setelah Tujuh Tahun

Trump menyebut Inggris sebagai negara yang sekarat dan mengecam Starmer karena tidak ikut campur dalam urusan Iran. Ia juga menurunkan enam truk kebebasan raksasa untuk menggambarkan Perang Revolusi.

Pandangan Sejarawan dan Ekonom

Sejarawan David Reynolds dari Christ College Cambridge mengatakan bahwa kemenangan AS atas Inggris seringkali tidak menceritakan konteks lengkap.

Kekalahan Inggris saat itu disebabkan oleh hilangnya kendali Atlantik akibat koalisi musuh termasuk Prancis dan Belanda.

Pemenang Nobel Ekonomi Simon Johnson dari MIT menyebut warga AS jarang memperhatikan urusan Inggris. Ia mengaitkan hal ini dengan sifat exceptionalisme Amerika yang mendalam.

Johnson juga mencontohkan pertanyaan dari teman-temannya di AS, seperti mengapa Skotlandia memiliki tim sendiri dan apakah ada tim sepak bola Inggris.

>>> Cara Mendapatkan Uang dari Aplikasi Survei Berbayar 2026

Hal ini menunjukkan minimnya perhatian terhadap Inggris.

Kesenjangan ekonomi kedua negara melebar sejak 2007.

Data Bank Dunia menunjukkan PDB per kapita AS mencapai $85.000 pada 2024, sementara Inggris stagnan di $53.000.

Meski demikian, Johnson melihat adanya paralel dalam pendekatan publik-swasta.

>>> Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini 5 Juli 2026, Update Terbaru

AS mengandalkan miliarder untuk eksplorasi ruang angkasa, sementara Inggris juga memiliki kombinasi publik-swasta yang baik untuk solusi kreatif.