Angka itu melampaui ambang batas kategori negara berpendapatan menengah atas.

Menurut Didik, strategi pembangunan industri yang konsisten membuat Vietnam mampu meningkatkan daya saing sektor manufakturnya dalam beberapa dekade terakhir.

Didik mengingatkan Indonesia pernah mencatat pertumbuhan ekonomi 7–8 persen pada era 1980-an hingga 1990-an, didukung pertumbuhan sektor industri yang mencapai dua digit.

Namun, momentum tersebut dinilai tidak berlanjut sehingga pertumbuhan ekonomi kini bertahan di kisaran 5 persen.

Ia menilai reformasi iklim investasi, deregulasi, dan penguatan sektor manufaktur perlu dilakukan agar daya saing industri nasional kembali meningkat.

Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN.

"Kita sekarang kalah dengan Vietnam yang pada tahun 1970-an rakyatnya masih mengungsi di Pulau Galang dan Rempang.

>>> Casio Luncurkan Jam Tangan GBX-H5600KI-5 dengan Sensor Detak Jantung dan Prakiraan Pasang Surut

Jika tidak ada kebijakan untuk membangkitkan industri secara masif, Indonesia bisa menjadi negara sakit di ASEAN," kata Didik.