Tardigrada Gagal Bertahan di Tanah Mars, Ilmuwan Temukan Penyebabnya

Tardigrada, makhluk mikroskopis yang dikenal sebagai 'beruang air', terkenal mampu bertahan di kondisi ekstrem seperti radiasi tinggi, tekanan laut dalam, suhu mendekati nol mutlak, hingga ruang hampa udara.
Namun, penelitian terbaru dari Pennsylvania State University menunjukkan bahwa tardigrada tidak bisa bertahan di tanah Mars.
>>> Taylor Swift Kenakan Gaun Pernikahan Dior Haute Couture Rancangan Jonathan Anderson
Pada awal 2026, para peneliti memaparkan tardigrada pada simulasi regolit Mars—tanah buatan yang menyerupai permukaan Mars.
Hasilnya, tardigrada melambat dan akhirnya berhenti bergerak sama sekali.
Racun dalam Tanah Mars
Tim peneliti menemukan zat yang belum teridentifikasi dalam regolit simulasi yang menghentikan aktivitas biologis tardigrada.
Zat tersebut diduga larut dalam air. Ketika tanah dibilas dengan air, tardigrada yang sudah tidak bergerak selama berhari-hari kembali hidup.
Menurut Profesor Corien Bakermans, ahli mikrobiologi di Penn State, temuan ini penting untuk memahami bagaimana lingkungan Mars memengaruhi manusia dan sebaliknya.
>>> Super Typhoon Bavi Mengancam Guam dan Kepulauan Mariana Utara
Regolit Mars mengandung perklorat—garam pengoksidasi yang sangat beracun bagi banyak organisme Bumi.
Dampak bagi Misi Mars
Jika tanah Mars sendiri berbahaya secara biologis, rencana terraforming dan kolonisasi Mars perlu dipertimbangkan ulang.
Pembilasan tanah dengan air bisa menetralkan racun, tetapi air sangat berharga dalam misi luar angkasa.
Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi bahan kimia spesifik dalam tanah Mars yang menjadi penyebab utama.
Penelitian ini juga dapat membantu melindungi sistem pertanian tertutup di Mars dari kontaminasi Bumi.
Update Terbaru
Kepala Sampai Benjol, Messi Akui Cape Verde Lawan Kuat
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Metode Modern Dobelkan Cuan Petani, Ongkos Tanam Susut Rp2,4 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Tak Ada Wakil AS dan Negara Barat di Pemakaman Ali Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Pramono: Jembatan Gembok Cinta Dibangun di Atas Sungai Cideng
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Desak Made Rita Rebut Emas di World Climbing Series Krakow 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Wakil Saudi Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Dibacakan Ayat Perang Badar
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Kasus Ilegal Akses Nasabah Mirae Asset Naik ke Penyidikan di Bareskrim
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Transmart Full Day Sale Diskon 50%+20% untuk Tangga Lipat dan Perkakas
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Prediksi Paraguay vs Prancis di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Trump Kembali Kecam Komunisme di HUT ke-250 AS
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Crimson Desert Patch 1.13: Eksplorasi Jadi Fokus Utama
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Mengapa Beberapa Kanker Berkembang Lebih Cepat? Temuan Baru dari Virginia Tech
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Migrain Kronis Bukan Sekadar Sakit Kepala: Ini Terobosan Terbaru
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Kimi Antonelli Menangi Sprint Silverstone, Perlebar Keunggulan Klasemen
Sabtu / 04-07-2026, 20:15 WIB







