Jika semua kriteria terpenuhi, bank mengeluarkan Surat Penawaran Kredit (SPK).

Langkah terakhir adalah penandatanganan perjanjian kredit (akad kredit) di hadapan notaris. Notaris juga mengurus pengikatan jaminan dan balik nama sertifikat.

Setelah akad, dana KPR dicairkan dan Anda resmi menjadi pemilik rumah.

Simulasi KPR dan Tips Memilih Bank

Melakukan simulasi KPR membantu merencanakan keuangan. Misalnya, harga rumah Rp500 juta dengan DP 10% (Rp50 juta) memerlukan pinjaman Rp450 juta.

Dengan suku bunga fixed 8% selama 3 tahun pertama dan tenor 20 tahun, cicilan bulanan sekitar Rp3,7-4 juta.

Perhitungan bervariasi tergantung suku bunga, tenor, dan kebijakan bank. Banyak bank menyediakan kalkulator KPR online untuk simulasi awal.

Memilih bank penyedia KPR yang tepat juga penting. Bandingkan suku bunga, biaya provisi, administrasi, asuransi, dan notaris.

Perhatikan jenis suku bunga (fixed atau floating) dan periode fixed-nya.

>>> Argentina Salahkan Lapangan usai Susah Payah Kalahkan Tanjung Verde

Pertimbangkan reputasi bank, kemudahan proses, layanan purna jual, dan fleksibilitas pelunasan. Jangan ragu bernegosiasi atau mencari promo KPR, terutama untuk rumah pertama yang mungkin memiliki program khusus.