Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam rapat dewan gubernur terbaru.

Kenaikan ini merupakan langkah lanjutan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

>>> Daftar Harga iPhone 14 hingga 17 Pro Max Bekas Juli 2026

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sempat menyentuh level Rp18.100 menjadi salah satu pendorong keputusan ini.

Dampak pada Deposito

Kenaikan BI Rate membuat suku bunga deposito semakin menarik. Bank-bank diperkirakan akan menyesuaikan bunga deposito ke atas.

Bagi nasabah, ini menjadi peluang untuk mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dari tabungan berjangka.

Dampak pada KPR dan Kredit

Di sisi lain, suku bunga kredit seperti KPR dan kredit usaha ikut terkerek naik. Hal ini membuat cicilan bulanan menjadi lebih mahal.

>>> TV OLED 48 Inci LG B5 Series Turun Harga Jadi Rp 8,9 Juta

Calon debitur perlu mempertimbangkan kembali kemampuan membayar sebelum mengambil kredit baru.

Dampak pada Investasi

Kenaikan suku bunga acuan juga mempengaruhi pasar obligasi dan saham. Obligasi pemerintah menjadi lebih menarik karena imbal hasil naik.

Sementara itu, pasar saham cenderung tertekan karena biaya pinjaman perusahaan meningkat.

Investor disarankan untuk diversifikasi portofolio dan memantau pergerakan suku bunga ke depan.

>>> Google Wallet Kini Tampilkan Semua Pengeluaran dalam Satu Tempat

Dengan suku bunga yang lebih tinggi, strategi investasi yang bijak menjadi kunci untuk tetap mendapatkan keuntungan optimal.