Edmonton Police Service (EPS) menangkap seorang pemuda berusia 22 tahun yang masuk dalam daftar buronan nasional terkait konspirasi pembunuhan dan pemerasan.

Tersangka, Safaldeep Singh, ditangkap pada 23 Juni 2026 saat pemeriksaan lalu lintas karena mengemudi berbahaya. Petugas menemukan narkoba dan senjata api ilegal terisi peluru di kendaraannya.

>>> Ford Tarik 741.000 Kendaraan karena Risiko Transmisi

Singh diketahui terkait dengan kelompok kejahatan terorganisir 'For Brothers'. Ia sebelumnya telah menjadi target surat perintah penangkapan nasional di Kanada.

Setelah diproses di Edmonton, Singh dipindahkan ke Ontario pada 26 Juni 2026. Di sana, ia menghadapi tuduhan tambahan terkait dua insiden kekerasan di Brampton.

Penyelidik Peel Region menghubungkan Singh dengan penembakan di sebuah bisnis pada 21 April, di mana 14 selongsong peluru ditemukan.

Ia juga diduga terlibat dalam insiden pada 6 Mei, ketika seorang tersangka mengarahkan senjata api yang tidak berfungsi ke arah warga.

Dalam penggeledahan yang sama pada 4 Mei, polisi Edmonton juga menangkap Sandeep Singh (28) dan Divianshu Divianshu (22) terkait sebuah Dodge Charger.

Safaldeep Singh sempat dibebaskan dengan jaminan, tetapi penggeledahan di kediamannya mengungkap bukti operasi penggantian nomor identifikasi kendaraan (re-vinning) yang terkait dengan kejahatan pemerasan.

Kerja Sama Lintas Yurisdiksi

Staff Sgt.

Eric Stewart dari EPS Investigative Response Team menyatakan bahwa dua surat perintah penggeledahan di kediaman Singh mengungkap bukti operasi re-vinning yang terkait dengan kejahatan pemerasan.

>>> Houston Rockets Tukar Dorian Finney-Smith ke Charlotte Hornets

Stewart menambahkan bahwa EPS telah meluncurkan kerangka kerja kolaboratif multi-yurisdiksi bernama Project Insight untuk menangani ancaman yang sedang berlangsung.

"Project Insight menggunakan pembelajaran, kekuatan, dan koneksi dari penyelidikan kami yang sangat sukses sebelumnya untuk membangun respons terhadap ancaman pemerasan yang sedang berlangsung di komunitas Asia Selatan kami," ujar Stewart.