Dalam konteks tersebut, sektor transportasi juga mulai memanfaatkan pendekatan berbasis IP untuk memperkuat komunikasi perusahaan sekaligus meningkatkan keterlibatan publik.

KAI menyelenggarakan kompetisi tersebut bagi seluruh Warga Negara Indonesia pada periode 21 Juni hingga 26 Juli 2026.

Peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya yang akan dinilai berdasarkan orisinalitas, konsep, serta potensi pengembangan karakter.

Anne mengatakan pengalaman pelanggan selama menggunakan layanan kereta api dapat menjadi salah satu sumber inspirasi dalam merancang karakter yang merepresentasikan perusahaan.

"Identitas KAI terus tumbuh bersama pengalaman pelanggan.

Karena itu, karya kreatif yang lahir dari masyarakat dapat menjadi jembatan penting untuk menghadirkan KAI sebagai brand transportasi publik yang dekat, relevan, dan mudah dikenali," katanya.

Melalui kompetisi tersebut, KAI berharap dapat memperoleh karakter ikonik yang tidak hanya memperkuat identitas perusahaan, tetapi juga menjadi aset kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

>>> Kenapa Harga Mobil Listrik Bekas Cepat Turun? Ini Penyebabnya

Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian perusahaan-perusahaan nasional terhadap pengelolaan aset berbasis kreativitas sebagai bagian dari strategi bisnis di era ekonomi digital.