Opel Astra generasi berikutnya mungkin tidak lagi mengusung bentuk hatchback tradisional. CEO Opel, Florian Huettl, mengindikasikan bahwa model kompak ini akan berevolusi.

Meski begitu, versi wagon dipastikan tetap ada. Huettl mengatakan bahwa pasar domestik Jerman membutuhkan station wagon, dan Opel akan melayaninya.

>>> Dealer Dodge di California Timbun 15 Challenger Demon, Termasuk 7 Demon 170

Astra saat ini hadir dalam dua varian bodi: hatchback dan estate (wagon). Pola ini bertahan sejak generasi pertama 35 tahun lalu.

Kini, Opel mempertimbangkan untuk memutus tradisi tersebut.

Platform Baru dan Elektrifikasi

Astra anyar akan dibangun di atas platform STLA One milik Stellantis. Huettl menyebut mobil ini pasti akan menjadi BEV (battery electric vehicle), namun platformnya juga mendukung powertrain lain.

Opel saat ini masih mengkaji kombinasi powertrain yang tepat. Penjualan varian plug-in hybrid dinilai tidak sepenting varian full electric atau hybrid biasa.

Mengenai range extender, Huettl menganggapnya menarik, namun teknologi awal mungkin kesulitan saat melaju di jalan tol Jerman dengan kecepatan 130-140 km/jam.

>>> Tesla Model Y L Meluncur di AS, Tambah 7 Inci dan Kursi Baris Ketiga

Ini bisa berubah dengan bantuan mitra Stellantis di China, Leapmotor.

Produksi Tetap di Jerman

Meski ada pemutusan hubungan kerja di fasilitas R&D Rüsselsheim, produksi Astra baru tetap dilakukan di pabrik yang sama.

Investasi baru telah disiapkan.

Sebelum Astra baru meluncur, Opel akan merilis beberapa model lain. Generasi baru Corsa dijadwalkan pada 2027, disusul SUV kompak berbasis Leapmotor dan Mokka terbaru.

Langkah Opel ini berbeda dengan beberapa pesaing.

>>> Penjualan Ioniq 5 Hyundai Meningkat Meski Kredit Pajak EV Dihapus

Hyundai Eropa misalnya, baru-baru ini mengisyaratkan akan menghentikan i30 Wagon dan mengalihkan dana ke SUV yang lebih menguntungkan.