Google kembali mengakui bahwa perusahaan gagal memenuhi target iklimnya, dan penyebab utamanya adalah kecerdasan buatan (AI).

Dalam laporan dampak lingkungan terbaru, Google mengungkapkan bahwa konsumsi listrik dan emisi karbonnya melonjak drastis tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh pembangunan infrastruktur AI yang agresif.

>>> Update Slay the Spire 2 Hadirkan Fitur Randomizer dan Peningkatan Modding

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejak 2019, permintaan listrik Google telah meningkat hingga 250 persen.

Lonjakan ini dipicu oleh pertumbuhan produk dan layanan seperti Cloud, Search, YouTube, dan terutama AI.

Antara 2024 dan 2025, permintaan listrik Google naik 37 persen secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan 27 persen pada periode sebelumnya.

>>> Direktur Clair Obscur: Expedition 33 Sebut Anggapan RPG Giliran 'Kuno' Itu Omong Kosong

Sementara itu, emisi gas rumah kaca meningkat 18 persen, yang sebagian besar disebabkan oleh produksi perangkat keras AI.

Google menegaskan komitmennya untuk memastikan pertumbuhan AI tidak menurunkan standar lingkungan. Namun, realitasnya saat ini AI justru menjadi alasan bagi Google untuk melonggarkan standar tersebut.

Meskipun telah berinvestasi besar dalam energi bersih, raksasa mesin pencari ini tampaknya menganggap jejak lingkungan yang meningkat sebagai konsekuensi yang tak terhindarkan dalam jangka pendek.

>>> Oppo Reno16 Series Resmi di Indonesia, Harga Pro Tembus Rp15 Juta

Tanpa regulasi AI yang komprehensif, keputusan ini sepenuhnya berada di tangan Google.