Sakit perut hingga sensasi terbakar di dada akibat refluks asam lambung dan GERD merupakan keluhan yang umum.

Selama ini, obat-obatan bebas atau resep dokter menjadi andalan, namun efektivitasnya berbeda pada setiap orang.

>>> ControlZ Luncurkan Kotak Logam Sikat untuk Rayakan 6 Tahun di Pasar Smartphone

"Tidak semua orang merespons dengan cara yang sama terhadap berbagai pengobatan yang tersedia," ujar Dr. Nicé Bertha Toriz, ahli gastroenterologi di MNGI Digestive Health sekaligus juru bicara American Gastroenterological Association (AGA).

AGA merekomendasikan pendekatan personal yang mencakup manajemen berat badan, perubahan gaya hidup, perbaikan kebiasaan makan, hingga strategi relaksasi.

Salah satu penyesuaian paling efektif adalah perubahan diet.

Jika selama ini perhatian lebih pada makanan yang harus dihindari, beberapa jenis makanan justru dapat membantu meredakan kondisi.

Berikut empat pilihan terbaik melansir Time.

Makanan Tinggi Serat

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat tinggi dalam diet harian menurunkan risiko asam lambung. Serat mendukung kesehatan pencernaan dan menjaga lambung tetap nyaman.

Serat mengenyangkan sehingga membantu mencegah penambahan berat badan.

"Penambahan berat badan di area perut dapat memberi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, meningkatkan risiko refluks," kata Amy Bragagnini, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

>>> Anthropic Dikabarkan Jajaki Kemitraan dengan Samsung untuk Chip AI Kustom

Serat juga memberi makan mikroba baik di usus dan menjaga sistem pencernaan berfungsi optimal, sehingga mengurangi efek samping seperti peningkatan refluks asam.

Makanan Alkali

Makanan dengan tingkat keasaman rendah atau bersifat alkali semakin diminati. Penelitian awal menunjukkan konsumsi makanan alkali dapat membatasi gejala GERD.

Makanan alkali meliputi sayuran, kentang, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan buah non-jeruk. Meski penelitian spesifik masih terus dikembangkan, para ahli sepakat makanan ini sangat baik untuk kesehatan tubuh.