>>> DPR dan Pemerintah Kejar Target RUU Pusat Finansial Internasional IKN Rampung 22 Juli

Perlindungan hak kekayaan intelektual serta penguatan rantai pasok melalui fasilitasi perdagangan dan ekspor bahan baku kritis turut menjadi bagian dari kesepakatan.

Bagi Indonesia, implementasi IEU-CEPA diharapkan memperluas akses pasar ekspor nasional ke Uni Eropa.

Perjanjian ini juga diproyeksikan meningkatkan daya saing produk Indonesia serta menarik investasi berkualitas.

Selain itu, kesepakatan ini diharapkan memperkuat integrasi Indonesia dalam rantai nilai global.

IEU-CEPA digadang menjadi katalis peningkatan produktivitas industri nasional, penciptaan lapangan kerja, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Jika disetujui Dewan Uni Eropa, IEU-CEPA dan IPA selanjutnya akan diajukan kepada Parlemen Eropa untuk memperoleh persetujuan akhir.

Setelah itu, kedua perjanjian baru dapat disahkan dan mulai berlaku.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia juga terus menjalankan proses ratifikasi sesuai mekanisme nasional.

Langkah ini ditempuh agar implementasi IEU-CEPA dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Indonesia dan Uni Eropa telah menyelesaikan substansi perundingan IEU-CEPA pada 2025.

Kedua pihak menargetkan proses ratifikasi dapat dipercepat pada semester II 2026 agar implementasi perjanjian dapat dimulai pada awal 2027.

>>> Panduan Skill dan Build Terbaik Xiao Qiao di Honor of Kings

"Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," pungkas Airlangga.