Anggota parlemen Iran Mohsen Zanganeh menyebut Araghchi, Ghalibaf, dan anggota tim negosiasi lainnya telah mempertaruhkan nyawa mereka dengan risiko keamanan yang besar.

Iran mengambil langkah pencegahan untuk mempersulit Israel menyerang pejabat tinggi setelah sepakat bernegosiasi.

Pada April lalu, Ghalibaf dijadwalkan bertemu Wakil Presiden AS JD Vance di Islamabad.

Pejabat keamanan Iran khawatir Israel akan memanfaatkan kesempatan itu untuk membunuh dia atau Araghchi.

Iran meminta jaminan dari AS melalui Pakistan dan Qatar bahwa Israel tidak akan melakukan operasi rahasia terhadap delegasi Iran.

Jet tempur Pakistan mengawal pesawat Iran yang membawa delegasi lebih dari 70 orang dari perbatasan Iran ke Islamabad dan kembali.

Saat hendak kembali, pasukan keamanan Iran menerima informasi intelijen tentang rencana Israel menyerang pesawat Ghalibaf.

Dua jet tempur Israel dilaporkan memasuki wilayah udara Iran dari perbatasan barat dekat Irak.

Penasihat senior Ghalibaf, Mahdi Mohammadi, membenarkan situasi tersebut.

Pesawat yang mengangkut Ghalibaf melakukan pendaratan darurat di Mashhad, dan delegasi melanjutkan perjalanan darat sekitar delapan jam ke Teheran.

>>> Spanyol Lumat Austria 3-0, Oyarzabal Borong Dua Gol dan Antar La Roja ke 16 Besar

AS dan sekutunya Israel menggempur Iran habis-habisan pada akhir Februari lalu, yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat top Iran lainnya.