Australia Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Striker Australia Tete Yengi berkomentar soal strategi rotasi pelatih Tony Popovic di lini depan.
"Mungkin satu pertandingan dia ingin memainkan Mo, mungkin lain waktu saya. Tergantung jalannya pertandingan.
Kami berdua siap bekerja," ujar Yengi.
>>> Timnas Portugal Ikat Pakta Kehormatan untuk Laga Piala Dunia
Dilema Diaspora Mesir-Australia
Pertandingan ini menimbulkan dilema unik bagi sekitar 45.000 diaspora Mesir-Australia yang memiliki ikatan budaya dengan kedua negara.
"Jika Australia maju, saya senang. Jika Mesir maju, saya senang.
Ini situasi win-win," kata Joseph Tawadros, multi-instrumentalis asal Mesir-Australia.
Ayman Adly, pemilik bersama Alexander Mediterranean Restaurant, mengakui bahwa olahraga menjadi jembatan budaya bagi keluarga imigran.
"Karena kami jauh dari rumah, olahraga memberi kami cara untuk tetap terikat dengan negara, terutama bagi generasi kedua dan ketiga," ujar Adly.
Ia menambahkan bahwa sepak bola di Mesir menyatukan semua kalangan tanpa memandang agama atau kelas sosial.
Konsul Jenderal Mesir di Sydney, Reem Zahran, menyebut sepak bola sebagai elemen identitas nasional yang menghubungkan komunitas di seluruh dunia.
"Setiap kali tim nasional bermain, komunitas kami berkumpul," kata Zahran.
Ia mengakui bahwa tersingkirnya salah satu tim adalah hal yang menyedihkan, namun momen ini tetap istimewa.
"Banyak orang di komunitas kami bangga menyebut kedua negara sebagai rumah.
Apa pun hasilnya, komunitas Mesir-Australia akan menjadi pemenang karena pertandingan ini merayakan kedua sisi identitas mereka," ujar Zahran.
Hesham El Masry, pemilik Cairo Takeaway, mengaku bingung harus mendukung tim mana.
"Biasanya Anda punya insting, tapi kali ini saya belum memutuskan," katanya.
Ia menambahkan bahwa ajang olahraga internasional seperti ini memberi kesempatan untuk melupakan masalah dan bersukacita bersama.
>>> Spanyol Kalahkan Austria, Lamine Yamal Kembali dari Cedera
Pemenang pertandingan Jumat ini akan melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Argentina atau Cape Verde.
Update Terbaru
Hyundai Ioniq 3 Siap Hadir di GIIAS 2026, Panaskan Segmen EV Ringkas
Jumat / 03-07-2026, 13:01 WIB
Tiffany Ungkap Respons Tak Terduga Byun Yo Han soal HyoRiSoo
Jumat / 03-07-2026, 12:50 WIB
Manga Defying Kurosaki-kun Diadaptasi Menjadi Serial Live-Action Baru
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Mariners Sapu Bersih Angels Berkat Dominasi Bryce Miller
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Badai Petir dan Gelombang Panas Ancam Perayaan 4 Juli di Chicago
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
Olivia Wilde Sutradarai Edward Norton dalam Film Komedi The Invite
Jumat / 03-07-2026, 12:49 WIB
AS Perketat Larangan Kembang Api saat Risiko Kebakaran Hutan Ancaman Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Tingkat Vaksinasi Campak Texas Naik Tipis, Masih di Bawah Target Imunitas
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Australia Siapkan Penyesuaian Taktik Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
KPK Tangkap Bupati Langkat, 1 ASN, dan 5 Swasta dalam OTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB






