Saya meninggalkan mobil saya beberapa jalan jauhnya untuk berjalan kaki ke sana, tetapi sudah ada antrean panjang orang di tempat parkir.

Ini mustahil," kata seorang warga bernama Lolo.

Layanan cuaca Prancis memperkirakan gelombang panas kembali terjadi akhir pekan ini.

Prancis sebelumnya memecahkan rekor suhu tinggi pada akhir Juni, yang menyebabkan banyak warga meninggal dunia, rumah sakit kewalahan, dan sekolah-sekolah ditutup.

Sebuah studi menyebut satu dari dua rumah di Prancis "tidak dilengkapi secara memadai" untuk mengatasi suhu tinggi.

Kondisi ini mengubah rumah menjadi "kawah termal" saat gelombang panas yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Perebutan unit pendingin udara terjadi meski ada keraguan soal AC di Prancis. Survei menyebut 8 dari 10 orang menganggap AC tidak ramah lingkungan.

>>> Kubu Reza Gladys Sebut Aksi Rieke Diah Pitaloka Bela Nikita Mirzani Langgar Konstitusi

Namun, sikap itu tampaknya berubah seiring meningkatnya suhu, yang ditandai dengan penjualan AC yang habis dengan cepat.