Sebanyak 125 orang dilaporkan sakit akibat wabah norovirus di kapal pesiar Ruby Princess milik Princess Cruises.

Insiden ini terjadi selama pelayaran pulang-pergi dari San Francisco ke Alaska dan Kanada pada 12 Juni hingga 2 Juli 2026.

>>> Brandon Nakashima Kalahkan Jack Pinnington Jones di Wimbledon

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), 102 penumpang dan 23 awak kapal mengalami gejala diare dan muntah.

Dari total 3.032 tamu di kapal, sekitar 3,4% jatuh sakit, sementara 2% dari 1.144 staf juga terinfeksi.

Menanggapi wabah tersebut, Princess Cruises meningkatkan prosedur pembersihan dan disinfeksi, serta mengisolasi penumpang dan awak yang sakit. Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan resmi.

Wabah Ketiga Princess Cruises Tahun Ini

Ini adalah wabah gastrointestinal ketiga yang dialami Princess Cruises pada tahun 2026.

Secara keseluruhan, CDC telah mencatat tujuh wabah di kapal pesiar tahun ini, dengan lima di antaranya disebabkan oleh norovirus.

Dua wabah lainnya terkait dengan bakteri E. coli.

>>> Oilers Dapatkan Mukhamadullin dan Sharp, Lepas Nurse ke Sharks

Data historis menunjukkan bahwa pada 2025, CDC mencatat 23 wabah, dengan 18 di antaranya akibat norovirus. Sementara pada 2024, norovirus menyebabkan 15 dari 18 wabah.

Meski demikian, para ahli kesehatan mencatat bahwa kapal pesiar hanya menyumbang 1% dari seluruh kasus norovirus yang dilaporkan secara global.

Virus ini lebih sering menyebar di komunitas umum.

Sarah R.

Michaels, asisten profesor di Tulane University, menjelaskan bahwa wabah sering terjadi di tempat dengan kontak erat seperti fasilitas penitipan anak, panti jompo, dan kapal pesiar.

>>> Michael Block Tampil dengan Potongan Rambut 'USA' di US Senior Open

Namun, karena pengawasan ketat, kasus di kapal lebih mudah terdeteksi dan dilaporkan.