"Kami ingin anak belajar mandiri dan punya ruang untuk berkembang, tetapi di saat yang sama tetap ada rasa khawatir ketika tidak bisa selalu mendampingi anak secara langsung," katanya.

>>> Produk Fesyen UKM Indonesia Laris di Korea Selatan, Potensi Transaksi Rp33,15 Miliar

Melihat kebutuhan tersebut, Grab menghadirkan GrabKeluarga Fitur Remaja, layanan yang dirancang untuk membantu remaja berusia 13–18 tahun bepergian lebih mandiri dengan pendampingan digital dari orang tua.

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Grab Indonesia, Asep Haekal, mengatakan proses membangun kemandirian anak membutuhkan kepercayaan yang tumbuh secara bertahap.

"Kemandirian remaja tidak terjadi dalam satu hari. Ada proses membangun kepercayaan antara orang tua dan anak, dan teknologi dapat membantu menjembatani proses tersebut.

Melalui GrabKeluarga Fitur Remaja, kami ingin membantu keluarga memberi ruang bagi anak untuk belajar bepergian mandiri, dengan tetap menghadirkan lapisan keamanan, pemantauan, dan komunikasi yang membuat orang tua lebih tenang," jelasnya.

Fitur tersebut memungkinkan orang tua memantau perjalanan anak secara real time melalui Trip Monitoring, memastikan anak masuk ke kendaraan yang tepat lewat PIN Verification, serta berkomunikasi melalui Three-Way Chat yang menghubungkan orang tua, anak, dan mitra pengemudi dalam satu ruang percakapan.

Selain itu tersedia pula fitur Emergency Help, Always-on AudioProtect untuk layanan GrabCar, Book on Behalf yang memungkinkan orang tua memesankan perjalanan untuk anak, serta Family Payment Method agar pembayaran lebih praktis.

Inisiatif ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Titi Eko Rahayu, menilai perlindungan anak di era digital perlu mengikuti perubahan pola aktivitas keluarga.

"Upaya seperti GrabKeluarga menunjukkan bagaimana platform digital dapat turut berkontribusi dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman bagi anak, remaja, keluarga, dan masyarakat luas," ujarnya.

>>> CIMB Niaga Luncurkan Kampanye 'OCTO untuk Keluarga Indonesia', Dukung Pengelolaan Keuangan Keluarga

Di tengah semakin tingginya mobilitas remaja, perpaduan antara kepercayaan, komunikasi, dan teknologi dinilai dapat menjadi bekal penting agar anak belajar mandiri secara bertahap, sementara orang tua tetap merasa tenang selama perjalanan berlangsung.