Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan Swiss dan Aljazair di Stadion BC Place, Vancouver. Laga ini menjadi penentu siapa yang melaju ke babak 16 besar.

Pertandingan ini sarat akan bumbu sejarah dan adu strategi yang intens. Kedua tim membawa modal dan ambisi besar untuk mengamankan tiket.

>>> Purbaya Ungkap SAL APBN 2025 Sisa Rp438,26 Triliun

Reuni Emosional Sang Mantan

Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, merupakan mantan arsitek Swiss. Ia membangun fondasi kekuatan utama generasi emas skuad La Nati.

Petkovic menakhodai Swiss dalam rentang waktu 2014-2021. Di bawah arahannya, Granit Xhaka dan kolega sukses menembus babak perempat final Euro 2020.

Ketangguhan Taktik Murat Yakin

Murat Yakin datang ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi. Skuad asuhannya melaju dari penyisihan grup tanpa kekalahan.

Gaya main solid serta skema serangan balik cepat menjadi andalan Yakin. Kombinasi pemain senior yang berpengalaman di liga elite Eropa membuat Swiss diunggulkan.

>>> Ketua KPK: Kasus Kuota Haji Segera Dilimpah dalam Waktu Dekat

Ancaman Sayap Kilat Aljazair

Aljazair lolos ke babak 32 besar setelah perjuangan dramatis di grup. Mereka menorehkan masing-masing satu kemenangan, seri, dan kekalahan.

Senjata utama Aljazair terletak pada kecepatan operasi sektor sayap. Kehadiran sosok kreatif seperti Riyad Mahrez diprediksi menjadi pembeda yang merepotkan pertahanan lawan.

Menilik rekor masa lalu, Swiss sudah tiga kali menembus babak perempat final pada edisi 1934, 1938, dan 1954.

>>> 8 Tips Liburan ke Disney World untuk Pemula

Sementara prestasi tertinggi Aljazair baru mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2014.