Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari APBN 2025 mencapai Rp438,26 triliun pada akhir tahun.

Angka tersebut tercantum dalam Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban APBN 2025 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

>>> Ketua KPK: Kasus Kuota Haji Segera Dilimpah dalam Waktu Dekat

Purbaya menyampaikan hal itu dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Ia menjelaskan bahwa posisi SAL awal 2025 sebesar Rp457,54 triliun.

Setelah dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan APBN sebesar Rp93,15 triliun dan memperhitungkan SiLPA Rp72,40 triliun serta penyesuaian lainnya, saldo akhir tercatat Rp438,26 triliun.

Menurut Purbaya, saldo tersebut tetap memadai sebagai penyangga fiskal menghadapi risiko dan ketidakpastian ke depan.

>>> 8 Tips Liburan ke Disney World untuk Pemula

Di sisi neraca, posisi keuangan pemerintah per 31 Desember 2026 masih solid dengan total aset Rp14.600,98 triliun, kewajiban Rp11.527,29 triliun, dan ekuitas Rp3.073,69 triliun.

Purbaya menambahkan bahwa hal itu mencerminkan kekayaan bersih negara dan kapasitas fiskal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sementara dari sisi operasional, pendapatan operasional pemerintah tahun 2025 tercatat Rp3.006,42 triliun, lebih kecil dari beban operasional Rp3.429,51 triliun, sehingga defisit operasional Rp423,09 triliun.

>>> Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Prioritaskan Pendidikan

Kegiatan non-operasional juga mencatat defisit Rp109,91 triliun, sehingga total defisit laporan operasional mencapai Rp532,99 triliun.