Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memfasilitasi sertifikasi rumah produksi walet guna memenuhi standar ketat ekspor ke Tiongkok.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menyebut prospek ekspor sarang burung walet (SBW) antara Indonesia dan Tiongkok semakin maju.

>>> B50 Segera Diterapkan, Pertamina Pastikan Infrastruktur Siap

Hingga Juni 2026, sebanyak 4.204 bangunan rumah walet di seluruh Indonesia telah menyelesaikan proses registrasi sertifikasi kelayakan.

Selain itu, terdapat 104 rumah walet lain yang masih dalam tahap proses registrasi.

Karding juga mengungkapkan bahwa 75 perusahaan SBW telah terdaftar di Barantin, 50 perusahaan terdaftar di China Import Food Enterprises Registration (CIFER), dan 25 perusahaan masih dalam proses pendaftaran CIFER.

>>> 5 Peserta Latsarmil Meninggal, Wamenhan Bela Pelatihan Militer untuk Koperasi

Otoritas bea cukai China, General Administration of Customs China (GACC), dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada pertengahan Juli 2026.

Barantin aktif melakukan pembenahan, termasuk memperkuat komunikasi dengan China dan membenahi regulasi.

Pemerintah juga memperketat pengawasan ekspor sarang burung walet untuk memperbaiki kualitas produk yang dikirim ke Tiongkok.

>>> Diska Resha Kerja Apa? Suami Sarah Gibson Pernah Nyaleg dan Pimpin Perusahaan Konstruksi

Karding menegaskan, langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah menyelesaikan persoalan dalam negeri sebelum tindakan diambil oleh otoritas China.