Para peserta juga mengikuti diskusi mengenai sinifikasi Islam, penguatan kesadaran kebangsaan, serta pembentukan personel 'berkompetensi ganda'—tokoh agama yang mampu menyampaikan kebijakan dan nilai-nilai CCP.

Islam dan Konfusianisme

Salah satu sesi pelatihan membahas upaya mengintegrasikan Islam dengan Konfusianisme. Menurut Ma, tema tersebut semakin sering diangkat dalam kebijakan keagamaan China.

Ia berpendapat pemerintah berupaya mendorong Islam agar selaras dengan nilai-nilai moral Konfusianisme yang telah ditafsirkan ulang sesuai kebutuhan negara.

Namun, pendekatan itu memiliki keterkaitan terbatas dengan tradisi Islam dan lebih mencerminkan ambisi pemerintah membentuk identitas budaya yang disetujui negara.

Pada penutupan seminar, para imam diingatkan mengenai peran mereka dalam mendukung modernisasi China dan memperkuat persatuan nasional.

Bagi Ma, hal itu menunjukkan bahwa konsep sinifikasi Islam kini mengalami perubahan makna.

Menurutnya, sinifikasi telah berkembang menjadi program politik yang mendorong para pemimpin agama menginternalisasi dan menyebarkan doktrin CCP kepada umat.

"Islam sedang ditafsirkan ulang melalui lensa politik, dan para ulama dilatih untuk memastikan bahwa umat beriman mengikuti jalan yang sama," ungkap Ma.

>>> Pelatih RD Kongo Terima Kabar Duka Ayahnya Wafat usai Lawan Inggris

Pemerintah China secara konsisten menyatakan bahwa kebijakan sinifikasi bertujuan menyesuaikan perkembangan agama dengan kondisi nasional, menjaga stabilitas sosial, serta mendorong agama beradaptasi dengan masyarakat sosialis.