Eksperimen kedua melibatkan lebih dari 300 responden yang diminta melihat foto tempat sampah dalam kondisi bersih maupun kotor.

Para peneliti juga mengukur tingkat sensitivitas rasa jijik setiap peserta melalui serangkaian pertanyaan.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang melihat tempat sampah kotor lebih kecil kemungkinannya mengatakan akan membuang sampah dengan benar.

Pengaruh ini paling kuat pada individu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap rasa jijik.

Temuan tersebut kembali diperkuat melalui eksperimen ketiga yang melibatkan lebih dari 1.000 responden dari tiga negara Nordik.

Tempat Sampah yang Bersih Mendorong Kepatuhan

Menurut Jacob, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan fasilitas pembuangan sampah dapat memengaruhi niat seseorang untuk membuang sampah dengan benar.

"Orang-orang yang melihat tempat pembuangan sampah yang kotor secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk mengatakan bahwa mereka akan membuka penutupnya dan membuang sampah mereka dengan benar," jelasnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan tempat sampah bukan sekadar persoalan estetika atau kenyamanan.

>>> Said Iqbal Minta Skema Take or Pay PLN Direvisi

Fasilitas pembuangan yang bersih juga dapat mendorong masyarakat lebih patuh membuang dan memilah sampah, sehingga mendukung sistem pengelolaan sampah dan daur ulang yang lebih efektif.