Rocky Gerung: Sidang Ijazah Jokowi Kini Soal Gelagat Politik, Bukan Berkas
Pengamat politik Rocky Gerung menilai persidangan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak lagi sekadar memperdebatkan berkas ijazah.
Menurutnya, perkara ini sudah bergeser menjadi soal "gelagat politik" setelah muncul isu adanya sosok "orang kuat" di balik penangguhan penahanan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias dr. Tifa oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
>>> Toni Kroos Blak-blakan: Jerman Tak Punya Pemain Kelas Dunia
"Oke, yang kita pertengkarkan dalam dua hari ini bukan lagi berkas perkara tapi gelagat dari perkara ini. Berkasnya ada.
Begitu ada istilah orang kuat, berkasnya pindah pada gelagat. Kira-kira ke mana arahnya tuh?"
ungkapnya dalam kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, dikutip Rabu (2/7).
Ia menambahkan, sejak awal kasus ini memang sarat nuansa politik.
"Jadi ngapain mempersoalkan lagi berkas itu, dari awal memang kasus ini kasus tentang gelagat politik yang makin lama dia makin terpolar.
Karena mana ujung dari kasus ini seandainya Pak Jokowi ijazahnya hilang?" imbuhnya.
>>> Ruben Onsu Bingung Nafkah Anak Rp75 Juta Bengkak Jadi Rp225 Juta
Sidang Perdana dr. Tifa
Sebagai informasi, dr. Tifa menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026), atas dugaan penyebaran informasi bohong dan pencemaran nama baik terkait ijazah Jokowi.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Peradi Bersatu, Ade Darmawan, menyebut ada sosok "orang kuat" di balik pembebasan Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dr. Tifa oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
"Terima kasih telah memberikan kado istimewa kepada Bapak Ir. H. Joko Widodo dengan membebaskan para tersangka pelaku tindak pidana yang menghasut, menghina, bahkan residivis," kata Ade dalam konferensi pers, Selasa (22/6/2026).
Ia bahkan menyindir agar sosok "orang kuat" tersebut sekalian mengangkat Roy Suryo menjadi menteri di Kabinet Merah Putih.
"Kami mohon juga untuk orang kuat yang ada di belakang Roy Suryo untuk segera mengangkat Pak Roy menjadi menterinya.
>>> Wamenhan: Peserta SPPI Tak Lagi Jadi Komcad, Program Diubah
Biar kita tampakkan sekaligus bahwa inilah cermin republik ini, seorang penghina Jokowi mendapat posisi menteri. Ayo monggo, silakan itu dilakukan," tandasnya.
Update Terbaru
Rating TV Nasional per Kamis, 2 Juli 2026: Indosiar Dominasi, Terikat Janji dan Tiga Sinetron SCTV Bertahan di 10 Besar
Kamis / 02-07-2026, 11:38 WIB
Jakarta X Beauty 2026 Resmi Dibuka di JICC Senayan
Kamis / 02-07-2026, 11:36 WIB
Jakarta X Beauty 2026 Resmi Dibuka, 400 Brand Kecantikan Tebar Diskon
Kamis / 02-07-2026, 11:36 WIB
Viral Modus Lowongan Model Berujung Dipaksa Jadi Artis Porno
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
Motorola Luncurkan Global Connect, Aplikasi eSIM untuk Roaming Internasional
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
BRI KPR Bunga Spesial 1,75%: Solusi Rumah Impian dengan Cicilan Ringan
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
Apa Itu Parfum Niche? Kenali Ciri-ciri dan Bedanya dengan Parfum Biasa
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
Tempat Sampah Kotor Picu Orang Buang Sampah Sembarangan, Ini Kata Peneliti
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
Menkeu Purbaya: Inflasi Juni 2026 Dipicu Kenaikan BBM dan Harga Pangan
Kamis / 02-07-2026, 11:30 WIB
Harry Kane Jadi Pahlawan, Inggris Comeback Dramatis Atas RD Kongo
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB
Said Iqbal Minta Skema Take or Pay PLN Direvisi
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB
Mulai 15 Juli, Tarik Tunai Tanpa Kartu Livin' Mandiri Dikenai Biaya Rp500
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB
Redmi Note 17 Series Dikonfirmasi Rilis Juli, Penjualan Note Tembus 500 Juta
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB
Pesona Istri Santiago Gimenez, Bintang Telenovela di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB






