Coco Gauff akhirnya memutus tren negatifnya di lapangan rumput.

Unggulan ketujuh asal Amerika Serikat itu mengalahkan Tamara Korpatsch dari Jerman dengan skor 6-2, 6-1 pada babak pertama Wimbledon, Senin (29/6/2026) di All England Club.

>>> Christian Pulisic Kembali Perkuat USMNT Hadapi Bosnia di Piala Dunia

Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Gauff di permukaan rumput dalam dua tahun terakhir.

Ia berhasil memenangkan sembilan game beruntun setelah kedudukan 2-2 di set pertama, dan menutup pertandingan dalam waktu kurang dari satu jam.

Sepanjang pertandingan, Gauff tidak menghadapi satu pun break point.

Ia memenangkan 14 dari 16 poin saat maju ke net dan mencatatkan 19 winner, berbanding empat dari Korpatsch.

"Saya tidak menyesali masa lalu, saya hanya belajar darinya," ujar Gauff di lapangan usai pertandingan, seperti dikutip The New York Times.

Petenis berusia 22 tahun itu sebelumnya kesulitan di permukaan rumput.

Ia mengalami kekalahan beruntun di Berlin dan Wimbledon dalam dua musim terakhir, setelah tampil menonjol di turnamen yang sama saat masih berusia 15 tahun pada 2019.

"Kami tidak memiliki hubungan yang baik," canda Gauff dalam konferensi pers sebelum Wimbledon, Sabtu (27/6/2026), seperti dilaporkan The New York Times.

Gauff menjelaskan bahwa performanya di lapangan rumput sangat bergantung pada pendekatan mental, bukan keterbatasan fisik. "Saya yakin saya memiliki kemampuan untuk bermain di atasnya.

Ini lebih tentang kepercayaan diri," tambahnya.

Setelah mengalahkan Korpatsch, Gauff mengaku lega bisa memutus tren negatifnya. Lawannya sendiri datang ke turnamen dengan sembilan kekalahan beruntun di permukaan rumput.

"Ini hanya masalah siapa yang akhirnya akan memutus (rentetan kekalahan masing-masing). Saya senang itu terjadi pada saya hari ini," kata Gauff kepada wartawan, seperti dikutip WTA Tennis.