>>> Trump Tetapkan Jadwal Sidang Konfirmasi untuk Calon Kepala Intelijen Nasional

Kemenangan ini memberikan dorongan momentum bagi Gauff, yang belum pernah melaju melewati babak 16 besar di Wimbledon.

Turnamen ini menjadi satu-satunya Grand Slam di mana ia belum mencapai perempat final.

"Saya pasti tidak ingin melanjutkan tiga tahun (tanpa kemenangan). Bahkan saat kalah di Berlin, saya merasa bermain bagus di satu set.

Saya mencoba mengambil sisi positif dari mana pun," ujar Gauff.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Gauff sempat salah menyebut soal sejarah petenis Amerika di Wimbledon.

Ia mengatakan ingin melihat rekan senegaranya mencapai final, tetapi lupa bahwa Amanda Anisimova mencapai final tahun lalu sebelum kalah dari Iga Swiatek.

"Oh, Amanda, ya. Maaf, Amanda!

Ya, dialah yang terakhir. Salah saya.

Aku cinta kamu. Maaf.

Saya kalah di babak pertama tahun lalu, jadi jujur Wimbledon sudah berakhir bagi saya," respons Gauff, seperti dilaporkan Tennis World USA.

Kemenangan ini juga menandai peningkatan di bawah konteks historis perkembangan teknis Gauff, termasuk bekerja sama dengan pelatih Matt Daly untuk mengoptimalkan grip dan ayunan sebelum kampanye Grand Slam terbarunya.

>>> Suku Bunga KPR AS Turun ke Level Terendah Semester I 2026

Gauff dijadwalkan menghadapi Solana Sierra asal Argentina di babak kedua pada Rabu (1/7/2026). Sierra melaju setelah mengalahkan Anna Bondar dari Hongaria di babak pertama.