Danny Glover Umumkan Diagnosis Alzheimer, Riset Klinis Tunjukkan Kemajuan
Aktor Hollywood Danny Glover mengungkapkan bahwa ia didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara televisi yang ditayangkan pada Rabu, 1 Juli 2026.
Bintang film "Lethal Weapon" yang kini berusia 79 tahun itu berbicara dari rumahnya bersama Lester Holt dari NBC dalam acara "Today".
>>> Nuno Borges Siap Beri Tekanan pada Jannik Sinner di Wimbledon
Glover mengatakan penyakit itu telah mengubah cara bicara, gerakan fisik, dan ingatannya selama beberapa tahun terakhir.
"Saya bisa hidup dengan itu, dalam arti tertentu," ujar Glover. Ia juga menyatakan pandangan realistis mengenai perkembangan jangka panjang gangguan otak tersebut.
"Saya yakin seiring perkembangannya, segalanya akan berbeda dan berubah," tambahnya.
Terapi Noninvasif dan Latihan Kognitif
Di tengah kabar tersebut, terobosan klinis menawarkan harapan baru bagi pasien. Terapi stimulasi otak noninvasif dan latihan kognitif terarah menunjukkan keberhasilan dalam memperlambat perkembangan demensia.
Peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) menyelesaikan uji coba pada manusia untuk terapi cahaya dan suara noninvasif.
Terapi ini dirancang untuk merangsang mekanisme pembersihan alami otak.
Dr. Lee Hui Tsai, peneliti di MIT, mengatakan bahwa pasien yang melanjutkan perawatan ini mempertahankan kapasitas memori pada tingkat stabil.
>>> Sony Hentikan Produksi Cakram Fisik PlayStation Mulai Januari 2028
Bahkan pada beberapa pasien, biomarker Alzheimer berkurang secara signifikan.
Terapi ini bertujuan memicu proses pembersihan diri otak yang biasanya terjadi saat tidur nyenyak, meskipun pasien tetap terjaga dan terhibur.
Dr. Lee Hui Tsai memperkirakan keputusan FDA terkait data tersebut akan keluar tahun depan.
Dalam studi terpisah, peneliti di Brown University menunjukkan bahwa permainan latihan visual adaptif bernama "double decision" dapat mengurangi kemungkinan terkena demensia.
Latihan pemrosesan kecepatan ini memperkuat kinerja fungsional dengan mendorong batas kognitif melalui tugas visual yang semakin sulit.
Profesor Psikiatri Brown University, Rich Jones, menyatakan bahwa latihan pemrosesan kecepatan telah menunjukkan manfaat dalam kinerja fungsional aktivitas sehari-hari.
Kini, efeknya juga terlihat pada penurunan kejadian demensia.
>>> Shueisha Games Umumkan Wild Wild Eden, RPG Open-World Survival Crafting untuk Steam
Data studi aktif yang dipublikasikan menunjukkan bahwa peserta yang rutin menggunakan program pelatihan mengalami penurunan diagnosis demensia sebesar 20 persen.
Update Terbaru
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Remow's 'It's Anime' Tayangkan My Stepmother and Stepsisters Aren't Wicked di YouTube
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Krejcikova Singkirkan Andreeva di Wimbledon, Djokovic Hadapi Tsitsipas
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Bruins Rekrut Clifton dan Harris untuk Perkuat Lini Pertahanan
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Jett Harrison, Adik Marvin Harrison Jr., Resmi Bergabung dengan Ohio State
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton Berkat Suporter AS
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Hakim Persingkat Waktu Tanggapan Trump dalam Kasus Carroll
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
AS Tangkap Mantan Pejabat Kuba Carlos Antonio Lloga Dominguez
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Boston Bruins Perkuat Lini Pertahanan dengan Clifton dan Harris
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Panduan Konversi BBM ke Gas untuk Kendaraan: Hemat 50-70% Biaya Bahan Bakar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
BPS: Inflasi April 2026 Melandai ke 0,13%, Neraca Dagang Surplus USD 3,53 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB






