Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, atau Gus Irfan, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang dilakukan PT Khazanah Tamma Internasional, yang dikenal sebagai Hanania Travel.

"Kita akan terus mengawal.

>>> Bielsa Mundur dari Pelatih Uruguay, Curhat Nyaris 2 Jam

Dan kita berupaya tidak ada lagi Hanania berikutnya," kata Gus Irfan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu (1/7).

Sebelum kasus ini masuk ke ranah hukum, Gus Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya memfasilitasi mediasi antara pihak travel dan konsumen yang dirugikan.

Dari proses mediasi tersebut, sempat tercapai kesepakatan bahwa Hanania Travel akan menyelesaikan kewajibannya pada tenggat waktu yang disepakati.

"Sebelum masuk ke kepolisian, kita sebenarnya sudah mencoba memediasi mereka, para konsumen dan Hanania. Sudah ada kesepakatan tanggal sekian akan diselesaikan oleh Hanania," ucapnya.

>>> Menhaj Gus Irfan Resmi Tutup Operasional Haji 2026, Klaim Biaya Turun

Namun, kesepakatan itu tidak kunjung dipenuhi. Pihak travel dinilai tidak sanggup menunaikan kewajibannya sesuai tenggat yang telah disepakati.

Akibatnya, kasus ini akhirnya dilimpahkan ke tim penegak hukum kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

"Ternyata pada tanggal sekian yang ditentukan, mereka (Hanania) tidak sanggup untuk menunaikan kewajibannya, sehingga akhirnya masuklah tim penegak hukum dari kepolisian," kata dia.

Menteri Haji menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan proses hukum kasus ini, sekaligus berupaya memastikan tidak ada lagi kasus travel haji bermasalah serupa yang merugikan calon jemaah di kemudian hari.

>>> Zenless Zone Zero Umumkan Event Advanced Bounty dan Tales of the Hobbling Crow Juli Ini

"Dan kita berupaya tidak ada lagi Hanania Hanania berikutnya," katanya.