Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menutup operasional penyelenggaraan haji 1447 Hijriah atau 2026 di seluruh Indonesia. Penutupan dilakukan setelah kloter terakhir jemaah mendarat, Rabu (1/7).

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyatakan penutupan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

>>> Zenless Zone Zero Umumkan Event Advanced Bounty dan Tales of the Hobbling Crow Juli Ini

Ia mendapat kabar pendaratan Kloter Ujung Pandang 43, kloter terakhir, di Bandara Hasannudin, Makassar.

"Dengan demikian maka operasional haji di seluruh Indonesia saya nyatakan selesai," kata Gus Irfan.

Sepanjang musim haji tahun ini, Kemenhaj memberangkatkan 527 kloter. Total jemaah haji reguler mencapai 202.636 orang dari 16 embarkasi.

Selain jemaah reguler, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) memberangkatkan 16.585 jemaah haji khusus dan 1.016 petugas haji khusus.

Dari sisi profil, tercatat 44.247 jemaah lansia, 170.700 jemaah risiko tinggi (72 persen dari total), 370 jemaah berkebutuhan khusus, dan 275 jemaah pengguna kursi roda.

Klaim Penurunan Biaya dan Inovasi

Gus Irfan mengklaim berhasil menurunkan biaya haji tahun ini sebesar Rp2 juta. Penurunan itu disebut tidak mengurangi kualitas pelayanan, bahkan meningkat.

"Penurunan biaya haji tahun ini sebesar Rp2 juta tanpa menurunkan kualitas layanan, bahkan menurut pengakuan para jemaah haji, justru peningkatan layanan terasa meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Beberapa inovasi diklaim mendukung penyelenggaraan, antara lain alokasi kuota berdasarkan antrean dan penggunaan embarkasi tanpa asrama haji di Yogyakarta untuk pertama kalinya.

>>> Arc Raiders Kumpulkan 30TB Data per Hari untuk Lacak Setiap Peluru

Selain itu, ada penyelesaian proses di luar negeri lebih awal sehingga visa jemaah keluar sejak pertengahan Ramadan. Juga digitalisasi kontrol distribusi katering dan pelacakan lokasi petugas.