Pembalap Red Bull Racing Max Verstappen memulai percakapan informal dengan CEO McLaren Zak Brown selama akhir pekan Grand Prix Austria di Spielberg.

Pertemuan itu memicu spekulasi mengenai masa depan jangka panjang Verstappen di Formula 1.

>>> Cade Cavalli Minta Maaf Usai Insiden di Lapangan Boston

Verstappen finis kedua di Red Bull Ring, podium keduanya musim 2026 setelah Kanada.

Meski memiliki kontrak dengan Red Bull hingga 2028, juara dunia empat kali itu membiarkan rencana masa depannya terbuka.

Percakapan Sebagai Alat Strategis

Komentator Sky Sports F1 David Croft menganalisis motif di balik diskusi tersebut.

Croft mengatakan dialog itu berfungsi sebagai instrumen strategis.

Ia mencatat hubungan dengan McLaren muncul saat Mercedes tampak keluar dari bursa pembalap untuk 2027.

Croft menekankan strategi itu menjaga tekanan kompetitif pada staf teknis dan manajemen di pabrik Milton Keynes.

"Mereka sekarang berada di bawah tekanan untuk terus memberikan perbaikan agar Max bisa bersaing," ujar Croft.

Ia menambahkan bahwa Verstappen dan manajemennya tidak merahasiakan adanya opsi lain.

Sikap McLaren dan Red Bull

CEO McLaren Zak Brown tidak membantah pembicaraan informal itu.

Brown menyatakan keyakinan pada pembalapnya saat ini, Lando Norris dan Oscar Piastri.

"Saya akan sangat terkejut jika Lando atau Oscar pergi ke tempat lain, karena kedua pembalap senang," kata Brown.

>>> Los Angeles Lakers Bangun Ulang Skuad di Sekitar Luka Doncic dengan Beberapa Perekrutan

Ia mengakui Verstappen adalah juara dunia empat kali jika ada yang pergi.

Saat ditanya apa yang ia butuhkan dari Red Bull untuk bertahan hingga 2028, Verstappen menjawab singkat.

"Mereka tahu, tapi saya tidak perlu banyak bicara tentang itu," ujar Verstappen.