Di sisi lain, keluarga pemain sisanya dipaksa menggunakan penerbangan komersial biasa," ungkap Matthaus.

>>> BSI Tak Akan Minta Tambahan Dana SAL ke Pemerintah

Ia pun menyindir skuad asuhan Julian Nagelsmann yang dinilainya menganggap turnamen ini tak ubahnya seperti fasilitas liburan gratis.

"Intinya, ada banyak kegaduhan yang tidak tampak dari luar. Fokus mereka sama sekali bukan pada Piala Dunia ini.

Turnamen ini selalu dianggap sebagai hari libur keluarga gratis. Mereka bahkan belum ada dua minggu di Amerika, tetapi seluruh keluarga mereka sudah diboyong ke sana.

Mereka baru boleh diterbangkan ke sini untuk babak perempat final jika tim sudah berprestasi!" kecamnya.

Sebelum Jerman tersingkir, Matthaus sebenarnya sudah sempat melempar kritik terkait kehadiran kekasih sang pelatih, Lena Wurzenberger (34), yang dinilai terlalu intim dan selalu menempel di sekitar kamp pelatihan tim.

Wurzenberger, mantan jurnalis BILD, kedapatan menginap di hotel tim, bersepeda bersama Nagelsmann menuju tempat latihan, hingga ikut menonton para pemain cadangan melakukan sesi warm-down usai Jerman menang telak 7-1 atas Curacao di laga pembuka.

Matthaus menilai, kehadiran pasangan dari seorang "bos" atau pelatih kepala di lingkungan sensitif seperti ruang makan atau area santai tim bisa membuat para pemain merasa tidak nyaman dan canggung untuk berbicara jujur.

"Secara alami akan selalu ada perasaan bahwa ketika istri dari bos Anda berada di dalam ruangan, Anda mungkin tidak akan bisa sepenuhnya jujur saat mengobrol di meja makan mengenai taktik atau kondisi tim," kritik Matthaus.

>>> Investor China Garap Proyek Listrik dari Sampah di Kabupaten Bandung

Meskipun gelombang desakan mundur kini mengalir deras pasca-kegagalan Jerman di Amerika Utara, Julian Nagelsmann dengan tegas menyatakan bahwa dirinya menolak untuk meletakkan jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Jerman.