PGN Kaji Dampak Kebijakan Harga LNG US$13/MMBTU pada Kinerja Keuangan
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) masih mengkaji dampak kebijakan pemerintah yang menetapkan harga liquefied natural gas (LNG) sebesar US$13 per MMBTU bagi sektor industri terhadap kondisi keuangan perseroan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa kajian akan dilakukan sesuai dengan peraturan pelaksanaan yang akan ditetapkan pemerintah.
>>> Golkar Panggil Therensius Lazakar Terkait Dugaan Intimidasi ke dr. Icha
Kebijakan penyesuaian harga LNG ini ditempuh di tengah kenaikan harga energi global dan penurunan produksi pasokan energi domestik.
Fajriyah menjelaskan bahwa harga LNG tidak dapat disamakan dengan harga gas pipa karena mencakup biaya tambahan seperti liquefaction, pengangkutan, penyimpanan, pembelian, dan regasifikasi.
Pemerintah menurunkan harga LNG melalui optimalisasi struktur biaya dan peningkatan efisiensi di sepanjang rantai pasok. Hal ini dilakukan agar manfaatnya dapat diteruskan kepada pelanggan industri.
PGN menyatakan siap mengimplementasikan kebijakan tersebut dengan tetap menjaga profitabilitas bisnis niaga gas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
>>> Purbaya Lantik 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Ini Daftarnya
Perseroan juga terus berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan komersial dengan kebijakan pemerintah.
Hingga saat ini, kebijakan penurunan harga LNG industri tidak berdampak pada operasional PGN. Kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan normal.
PGN menegaskan komitmennya untuk menjaga pasokan gas bumi tetap andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung daya saing industri dan ketahanan energi nasional.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menetapkan harga LNG US$13 per MMBTU bagi industri yang menggunakan LNG akibat berkurangnya pasokan gas pipa.
>>> Citra Satelit Tunjukkan Eropa Merah Membara Akibat Gelombang Panas
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden untuk menjaga keberlangsungan industri dan lapangan kerja di tengah tingginya harga LNG global.
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






