Ruang Pelonggaran BI Makin Sempit

Meski inflasi Juni masih berada dalam sasaran Bank Indonesia sebesar 1,5 hingga 3,5 persen, realisasi yang melampaui ekspektasi pasar membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas.

Di satu sisi, perekonomian masih memerlukan dukungan suku bunga yang lebih rendah. Namun, kenaikan inflasi yang semakin luas, termasuk meningkatnya inflasi inti, memperbesar pertimbangan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan yang lebih ketat.

Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, memperkirakan Bank Indonesia akan mengambil sikap lebih hawkish dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen pada bulan ini.

Apabila proyeksi tersebut terealisasi, kenaikan suku bunga dipandang sebagai langkah menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah. Namun, kebijakan tersebut belum tentu mampu langsung meredakan tekanan harga karena sumber inflasi saat ini lebih banyak berasal dari kenaikan biaya pangan, energi, dan distribusi.

Pada paruh kedua 2026, tantangan pemerintah dan otoritas moneter diperkirakan tidak hanya menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran, tetapi juga memastikan kenaikan harga tidak semakin mengurangi daya beli masyarakat.