Memasuki Tahun Baru Hijriah menjadi saat yang tepat bagi setiap Muslim untuk berhenti sejenak, menilai perjalanan hidup, lalu memperbaiki apa yang masih kurang. Semangat itu menjadi pokok pembahasan dalam naskah khutbah Jumat edisi 3 Juli 2026 yang mengangkat tema Renungi Prestasi Diri, Jangan Sampai Merugi.

Materi khutbah disusun sebagai bahan renungan agar pergantian tahun Islam tidak berhenti pada seremoni semata. Momentum Muharram diarahkan menjadi kesempatan memperkuat ketakwaan melalui amal saleh dan evaluasi diri.

Muharram Menjadi Waktu Menghitung Bekal Kehidupan

Khutbah mengingatkan bahwa bertambahnya usia merupakan nikmat yang wajib disyukuri. Setiap tambahan umur bukan sekadar penanda pergantian tahun, melainkan peluang untuk memperbaiki kualitas ibadah serta memperbanyak amal yang bermanfaat.

Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak umat Islam yang mengenal kalender Masehi lebih baik dibanding kalender Hijriah. Padahal perjalanan waktu dalam Islam memiliki makna spiritual yang erat dengan proses memperbaiki diri.

Al-Qur'an menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Ankabut ayat 64 menegaskan bahwa kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang sesungguhnya.

Pesan tersebut bukan berarti manusia boleh meremehkan kehidupan dunia. Sebaliknya, dunia harus dimanfaatkan sebagai tempat menanam amal sebelum datang kehidupan yang kekal.

>>> Meksiko Unggul 2-0 atas Ekuador di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Tujuan Hidup Adalah Beribadah kepada Allah

Khutbah juga mengingatkan firman Allah dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56 bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya.

Makna ibadah tidak terbatas pada salat, puasa, zakat, atau haji. Segala bentuk kebaikan yang membawa manfaat bagi sesama termasuk bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.