Karena itu, setiap kesempatan hidup seharusnya digunakan untuk memperbanyak amal yang bernilai di sisi Allah. Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali sehingga tidak layak dihabiskan pada perkara yang sia-sia.

Penyesalan Tidak Lagi Berguna Setelah Kematian

Naskah khutbah mengutip Surah Al-Mu'minun ayat 99-100 yang menggambarkan penyesalan manusia ketika kematian datang. Pada saat itu mereka memohon agar dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki amal, namun permintaan tersebut tidak lagi dikabulkan.

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan beramal hanya tersedia selama manusia masih hidup. Karena itu, setiap hari yang dilewati semestinya dipenuhi dengan perbuatan yang mendatangkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jangan Habiskan Umur untuk Hal yang Tidak Berguna

Dalam khutbah turut disampaikan nasihat Imam Al-Ghazali dari kitab Ayyuhal Walad. Beliau menjelaskan bahwa salah satu tanda Allah berpaling dari seorang hamba ialah ketika hidupnya dipenuhi urusan yang tidak membawa manfaat.

Bahkan, waktu yang berlalu tanpa digunakan untuk beribadah menjadi sebab datangnya penyesalan yang panjang. Pesan ini mengajak setiap Muslim lebih selektif dalam memanfaatkan umur yang diberikan Allah SWT.

Tahun Baru Hijriah Sebagai Momentum Muhasabah

Perayaan Tahun Baru Islam hendaknya dimaknai sebagai rasa syukur karena masih memperoleh kesempatan hidup. Bukan sekadar bergembira menyambut pergantian tahun, tetapi menjadikannya awal untuk memperbaiki kekurangan yang masih ada.

Naskah khutbah juga mengutip hikmah Syekh Ahmad Ibn Atha'illah As-Sakandari yang menyebutkan bahwa ada orang berumur panjang tetapi sedikit manfaatnya, sementara ada pula yang usianya singkat namun penuh keberkahan.

Pesan tersebut menjadi penutup renungan bahwa ukuran keberhasilan hidup bukan lamanya usia, melainkan manfaat yang dapat diberikan selama kesempatan itu masih tersedia.