Pakar juga memperingatkan bahwa ketergantungan pada AI merusak kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Tidak heran Serrano memutuskan untuk tidak lagi memberikan ujian take-home.

Situasi serupa terjadi di Princeton University.

Bulan lalu, Princeton menghentikan tradisi 'Honor Code' yang telah berusia 133 tahun, di mana dosen meninggalkan ruangan saat ujian karena mahasiswa menandatangani janji tidak menyontek.

Maraknya penggunaan AI dan ketidakjujuran akademik memaksa Princeton mengakhiri tradisi tersebut. "Ada suasana orang menyontek di take-home dan menggunakan ChatGPT," ujar Nadia Makuc, mantan ketua Komite Kehormatan Princeton.

Kecurangan AI tidak hanya menggerus integritas, tetapi juga merusak kepercayaan antara mahasiswa dan pengajar. Para akademisi khawatir nilai gelar sarjana semakin terdegradasi.

>>> Clicks Communicator: Ponsel Android Bergaya BlackBerry Makin Terlihat Nyata

"Jika kita tidak lagi membela kebenaran, kesopanan, dan kejujuran, kredibilitas apa yang akan kita miliki sebagai akademisi?" tanya Serrano.