Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) menonaktifkan kadernya, Anggota DPRD TTU Veronika Lake.

Penonaktifan ini buntut dugaan keterlibatannya dalam aksi intimidasi terhadap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha yang meninggal dunia diduga karena bunuh diri.

>>> Mengenal Karakter Utama dari Game Dandy's World

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyampaikan bahwa setelah dugaan intimidasi tersebut, Veronika telah dimintai konfirmasi oleh Badan Kehormatan DPC PDIP TTU dan kemudian dinonaktifkan.

Penonaktifan dilakukan selama Veronika menjalani proses hukum di kepolisian. "Kemudian dia sudah menjelaskan.

Kemudian DPC menonaktifkan dia selama proses hukum di polisi," ujar Andreas di kompleks parlemen, Selasa (30/6).

Andreas tidak mengungkap apakah Veronika dinonaktifkan dalam statusnya sebagai anggota DPRD atau sekaligus kader.

Merujuk UU MD3, anggota DPR atau DPRD bisa diganti jika tak lagi berstatus sebagai kader partai.

Andreas mengaku belum bisa menjatuhkan sanksi lebih jauh karena proses hukum terhadap Veronika masih bersifat dugaan.

"Karena kan ini dugaan, apakah ada hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Beda dengan kasus pembunuhan," katanya.

>>> Phasmophobia PS4: Gameplay dan Grafik yang Menegangkan

Polisi telah menjadwalkan pemeriksaan tiga anggota DPRD yang melakukan intimidasi terhadap dr Icha. Mereka adalah Therensius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP).

Intimidasi diduga terjadi saat dr Icha menangani seorang anak korban gigitan ular hijau di IGD RS Leona Kefamenanu, TTU pada 13 Juni lalu.

Therensius yang disebut sebagai paman korban datang ke rumah sakit bersama Nubertus Tubani dan Veronika Lake. Mereka kemudian berbicara keras dengan nada intimidatif kepada dr Icha.

Paman korban, Victor Manbait, mengungkapkan bahwa Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas.

Menanggapi keterlibatannya, Veronika mengaku tidak ikut masuk ke ruang ICU untuk mengintimidasi korban. Dia juga mengklaim kedua rekannya sudah meminta maaf kepada manajemen RS Leona dan Dokter Icha.

Veronika tidak kembali ke RSU Leona keesokan harinya.

>>> Tersingkir Dramatis, Moriyasu Sebut Jepang Makin Dekati Level Brasil

"Sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Dokter Icha," ujar Veronika.