Pertamina mengoperasikan 481 kapal yang terdiri atas 110 kapal tanker, satu unit Floating Storage Offloading (FSO), serta 370 marine support vessel untuk mendukung penyaluran BBM, LPG, dan produk energi lainnya ke berbagai daerah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan ketahanan energi tidak hanya bergantung pada kecukupan pasokan, tetapi juga kemampuan memastikan energi tersedia hingga seluruh pelosok negeri.

“Sebagai BUMN energi, Pertamina mengemban amanah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi di mana pun mereka berada.

Karena itu, kami terus memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur agar BBM maupun LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujar Baron.

Menurutnya, distribusi energi didukung sistem logistik yang terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan, pengangkutan, hingga penyaluran kepada masyarakat.

“Melalui sinergi seluruh lini bisnis Pertamina, kami terus memperkuat infrastruktur distribusi, memperluas jangkauan BBM Satu Harga, Pertashop, serta jaringan pangkalan LPG agar akses energi semakin mudah, merata, dan andal bagi masyarakat.

>>> Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia,” tutup Baron.