Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meninjau sejumlah fasilitas operasi Pertamina Patra Niaga di Jawa Timur pada Senin (29/6).

Lokasi yang dikunjungi meliputi Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dan Integrated Terminal (IT) Surabaya.

>>> Jadwal Program Trans TV Rabu, 1 Juli 2026 Ada Film Bioskop Spider-Man: Homecoming dan Robin Hood (2018), Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar + Link

Kunjungan ini bertujuan memastikan operasional infrastruktur energi strategis berjalan lancar, terutama di tengah peningkatan mobilitas selama libur sekolah.

Iriawan menekankan bahwa keandalan pasokan energi merupakan fondasi penting bagi aktivitas ekonomi, transportasi, pertahanan, dan pelayanan publik.

"Saya ingin memastikan kesiapan seluruh lini operasional yang menjadi urat nadi perekonomian dan pemerintahan di wilayah Indonesia Timur, siap menjalankan fungsinya dengan optimal," ujar Iriawan.

Di AFT Juanda, Komisaris Utama mengecek kesiapan pasokan avtur, keandalan fasilitas, dan kualitas pelayanan bagi maskapai selama periode liburan.

Ia juga mendorong percepatan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk menyongsong implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) guna mendukung kemandirian energi dan target Net Zero Emission.

"Tugas menjaga pasokan avtur menuntut toleransi nol terhadap kekurangan stok maupun jeda pelayanan. Juanda harus menjadi garda terdepan dalam transformasi energi nasional," katanya.

Aviation Fuel Terminal Juanda PT Pertamina Patra Niaga, Dimas Bagus Satriyo Wibowo, menjelaskan bahwa AFT Juanda merupakan fasilitas strategis penopang sektor penerbangan di Jawa Timur.

>>> Empat Tim Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Terminal ini memiliki kapasitas 20 ribu kiloliter, didukung 8 tangki penyimpanan, 7 hydrant dispenser, sembilan mobil tangki pengisi avtur (refuller), serta 49 operator.