Angkatan Laut Inggris Batal Beli Kapal Perusak, Beralih ke Drone Otonom
Pemerintah Inggris melakukan perubahan besar dalam rencana pertahanannya dengan membatalkan pengadaan kapal perusak Type 83.
Sebagai gantinya, Angkatan Laut Kerajaan akan menggunakan Common Combat Vessel yang lebih murah sebagai pusat operasi drone otonom tanpa awak.
>>> RFL Jatuhkan Sanksi Enam Pertandingan untuk Tevita Pangai Junior
Langkah ini disebut sebagai hibridisasi dan bertujuan menutup celah anggaran pertahanan Inggris yang mencapai 28 miliar pound.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana tambahan sebesar 13,5 miliar pound untuk mengisi kekurangan tersebut.
Drone untuk Lawan Kapal Selam Rusia
Kapal drone sepanjang 100 meter akan dikerahkan di Atlantik Utara untuk melawan kapal selam dan kapal riset Rusia yang mengancam kabel data bawah laut.
Royal Marines juga akan menerima dana 500 juta pound untuk membentuk Pasukan Respons Cepat.
Perubahan kebijakan ini terjadi setelah Menteri Pertahanan John Healey dan Menteri Angkatan Bersenjata Al Carns mengundurkan diri karena protes terhadap anggaran pertahanan yang dinilai kurang.
Menteri Pertahanan yang baru, Dan Jarvis, menghabiskan dua minggu terakhir untuk memfokuskan kembali rencana pertahanan dengan mengintegrasikan pelajaran maritim terkini dari konflik Ukraina dan Iran.
>>> Marinir Hilang di Laut Dikenali sebagai Prajurit Infanteri 21 Tahun dari Minnesota
Menurut Bob Sawers, Direktur Manajemen Audere Group, perubahan ini mencerminkan pengakuan bahwa pertahanan harus berubah agar dapat mengakuisisi kemampuan yang bisa beradaptasi dengan cepat.
Ia menekankan bahwa metode pengadaan tradisional sedang ditantang oleh kecepatan kebutuhan perang modern.
Sawers menambahkan bahwa persaingan sesungguhnya dalam Rencana Investasi Pertahanan adalah antara pengadaan era industri dan adaptasi masa perang.
Mantan Komandan AL Inggris Tom Sharpe menyebut langkah ini tidak diragukan lagi sebagai pemotongan biaya.
Meski mengakui bahwa penyebaran daya rusak adalah strategi modern yang logis, Sharpe meragukan aspek finansial sistem otonom.
>>> Mengapa CO₂ Mendinginkan Stratosfer? Ilmuwan Ungkap Mekanismenya
Menurutnya, banyak hal yang tidak bisa dilakukan drone dan teknologi serta persenjataan yang diperlukan akan mahal.
Update Terbaru
Kebakaran Lumbung di Mariahout Lukai Sapi dan Sebabkan Kerusakan Parah
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Taylor Frankie Paul Jalani Rehab di Tengah Tuduhan Baru Dakota Mortensen
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
AOC Ajak Warga Tetap Patriotik: Amerika Lebih Besar dari Para Pemimpinnya
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Anak Patrick Kluivert dan Dua Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang agar Terhindar dari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang untuk Hindari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Kylian Mbappe Cetak Rekor Gol Babak Gugur Piala Dunia, Lewati Ronaldo
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Buatan AS
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Lokal
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
Dudung: Pelatihan Calon Manajer Kopdes Dipangkas Jadi 1,5 Bulan
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB






