Ejakulasi Sering Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Kata Riset
Membersihkan cairan prostat secara teratur dapat menurunkan kadar 5-alpha-reduktase, enzim yang mengubah testosteron menjadi DHT, androgen kuat yang terkait dengan pertumbuhan tumor.
Aktivitas seksual meningkatkan aliran darah panggul, memperbaiki oksigenasi, dan membatasi hipoksia yang dapat mendorong mutasi.
>>> Pelanggan Tinggalkan Perusahaan yang Paksa Mereka Bicara dengan AI
Orgasme melepaskan oksitosin dan endorfin, yang oleh beberapa peneliti diyakini dapat mendukung pengawasan imun anti-tumor.
Meta-Analisis Mendinginkan Antusiasme
Meta-analisis komprehensif dari China yang menggabungkan 22 studi dan 55.490 partisipan memberikan koreksi realitas.
Efek perlindungan tampak hingga sekitar empat ejakulasi per minggu (kira-kira 16 per bulan), tetapi setelah itu risiko tampak meningkat kembali.
Penjelasan yang mungkin termasuk kemungkinan lebih tinggi infeksi menular seksual dengan banyak pasangan, kadar androgen yang meningkat, atau faktor perancu sosio-perilaku.
Perbedaan ini menunjukkan keterbatasan umum penelitian perilaku: frekuensi ejakulasi dilaporkan sendiri, sehingga kesalahan pengukuran mungkin terjadi.
Pelacakan infeksi, pola makan, dan penggunaan anti-inflamasi bervariasi antar studi, sementara androgen yang beredar jarang diukur, mengaburkan interpretasi biologis.
Kanker prostat berkembang lambat, sehingga masa tindak lanjut 15–20 tahun mungkin terlalu pendek untuk menangkap efek kebiasaan yang terbentuk pada usia 30-an.
Kesimpulan: Optimisme Hati-hati, Bukan Keajaiban
Saat ini, tidak ada organisasi kedokteran besar yang memasukkan frekuensi ejakulasi dalam pedoman pencegahan kanker prostat.
European Association of Urology lebih menekankan pada manajemen berat badan, olahraga teratur, dan membatasi lemak jenuh, yang semuanya didukung bukti lebih kuat.
Peneliti utama Jennifer Rider mengingatkan bahwa frekuensi ejakulasi yang sangat rendah mungkin sebagian merupakan penanda kesehatan keseluruhan yang lebih buruk, bukan penyebab kanker.
Kesimpulan yang meyakinkan: kehidupan seks yang aktif, aman, dan konsensual tampaknya tidak membahayakan prostat, dan mungkin memberikan manfaat kecil.
>>> NASA Siapkan Misi Penyelamatan Berisiko Tinggi untuk Observatorium Swift
Namun, jangan mengharapkan keajaiban, karena kesehatan yang baik tetaplah hasil kerja sama berbagai faktor.
Update Terbaru
Jang Yoon Jung Buka Suara Usai Ibu Kandung Terseret Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Giselle dan Ningning Aespa Tunjukkan Tindik Pusar Serasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Polri Kawal Isu PHK, 4.216 Buruh Diklaim Bisa Kerja Lagi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
BPS Catat Harga Oli dan Bensin Jadi Pendorong Inflasi Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Bos Maktour Tak Hadiri Pemeriksaan KPK karena di Luar Negeri
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Siapa Anak dan Istri Dadi Yudistira? Eks Gitaris Superglad yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Rabu / 01-07-2026, 15:13 WIB
Penyebab Kematian Daveigh Chase Terungkap, Komplikasi AIDS Jadi Penyebab Utama
Rabu / 01-07-2026, 15:11 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
NASA Janji Terbangkan Bola ke Bulan Jika Timnas AS Juara Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
PDIP: Putusan MK Hentikan Wacana Pilkada Lewat DPRD
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
Menteri Israel Usul Relokasi Warga Palestina dari Gaza, Mossad Terlibat
Rabu / 01-07-2026, 15:08 WIB
Kapolri Ungkap Pengungkapan Narkoba Senilai Rp10,4 Triliun Sepanjang 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:08 WIB
LE SSERAFIM Resmi Bergabung dengan BTS di iHeartRadio Music Festival 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:07 WIB






