Ilmuwan Peringatkan Dunia Bisa Kehilangan 4.000 Gletser per Tahun pada Pertengahan 2050-an
Penundaan ini terjadi karena proses pencairan berlangsung lebih lama dan menghancurkan lebih banyak gletser secara keseluruhan.
Pegunungan Tertentu Kehabisan Waktu
Lokasi dan massa total gletser menentukan umurnya. Daerah dengan lapisan es yang lebih kecil menghadapi kepunahan lebih awal.
>>> Saya Kira Fitbit Coach Buruk Hitung Kalori, Ternyata Saya Salah
Alpen Eropa dan Andes Subtropis akan mencapai puncak kehilangan terlebih dahulu. Alpen bisa mencapai tingkat kehilangan puncak antara 2033 dan 2041, satu dekade lebih cepat dari rata-rata global.
Gletser kecil merespons cepat terhadap kenaikan suhu karena massanya lebih sedikit sebelum benar-benar lenyap.
Sebaliknya, wilayah dengan lapisan es masif seperti Greenland dan tepi Antartika akan mengalami puncak kehilangan jauh lebih lambat.
Ukuran fisik yang besar memberi mereka waktu, tetapi lintasan penurunan secara keseluruhan tetap sama.
Skala Besar Pencairan Global
Gletser dunia sudah mencair dengan cepat.
Data terpisah dari Februari 2025 menunjukkan bahwa gletser kehilangan 7.211 miliar ton es antara 2000 dan 2023.
Rata-rata, ini setara dengan 301 miliar ton es yang hilang setiap tahun. Saat ini, pencairan gletser menambah sekitar satu milimeter pada permukaan laut global setiap tahun.
Bahkan jika suhu global berhenti naik besok, gletser yang ada masih akan kehilangan setidaknya 39% dari massanya saat ini.
Menurut Survei Geologi AS, jika semua gletser di Bumi mencair sepenuhnya, permukaan laut global akan naik sekitar 230 kaki.
Titik Balik bagi Komunitas Lokal
Penulis studi menekankan bahwa proyeksi ini tidak bersifat mutlak. Menjaga pemanasan di bawah 1,5°C akan menyelamatkan puluhan ribu gletser dibandingkan dengan jalur saat ini.
Hilangnya lapisan es ini berdampak lebih dari sekadar ketinggian laut. "Gletser memiliki nilai sosial dan budaya yang sangat besar," kata Van Tricht.
Gletser kecil bertindak sebagai menara air tawar vital bagi komunitas lokal. Pasokan air ini sangat penting di daerah kering seperti Andes dan Asia Tengah.
>>> Pesan Samsung Anda Akan Hilang, Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Juli
Selain kegunaan praktisnya, formasi es ini memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat yang tinggal di bawahnya.
Update Terbaru
Canaya, Kopi Inovasi Panas Bumi dari Pertamina Geothermal Energy
Rabu / 01-07-2026, 12:01 WIB
J&T Express Perluas Layanan ke 60 Negara, Bidik Peluang Ekspor UMKM
Rabu / 01-07-2026, 12:01 WIB
Gemini Spark Kini Bisa Otomatiskan Tugas di Mac, Termasuk dari Jarak Jauh
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Cara Cek Status Penerimaan Bansos PKH Rp1,25 Juta yang Cair untuk KPM Baru 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Instrumen Jaga Pertumbuhan Sulut
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Harga Minyak Naik ke US$73,45 usai Iran Tolak Temui Utusan AS
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2,625 Juta per Gram
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Inggris Investasi Rp 7,2 Triliun untuk Gantikan Jet Red Arrows yang Menua
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
Hasil Piala Dunia: Meksiko Kalahkan Ekuador 2-0, Lolos ke 16 Besar
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
Bupati Bangkalan Minta Kematian Sekdin di Bandara Juanda Diusut Tuntas
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
KPK: Ketum Pemuda Pancasila Diduga Kuasai Aset Hasil Korupsi Rita Widyasari
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Daftar 7 Tim Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Prabowo Klaim Dapur MBG Polri Terbaik, Netizen: Kamu Diketawain Negara Lain
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB






