Drone Tiruan Lebah Terbang 600 Meter Tanpa GPS, Kembali Sendiri
Sebuah drone kecil yang terinspirasi dari lebah madu mampu terbang sejauh 600 meter tanpa bantuan GPS atau kamera eksternal, lalu kembali ke titik awal dengan sendirinya.
Sistem yang disebut Bee-Nav ini dikembangkan oleh peneliti dari Delft University of Technology. Drone ini meniru "peta penciuman" lebah untuk bernavigasi di dalam ruangan.
>>> Petani Tebu, Singkong, dan Jagung Dapat Pasar Baru Lewat Program E20
Cara Kerja Bee-Nav
Lebah madu melakukan penerbangan belajar singkat di dekat sarang sebelum perjalanan jauh. Bee-Nav meniru strategi itu.
Sebelum misi, drone melakukan penerbangan belajar di dekat pangkalannya. Kamera panorama merekam lingkungan sekitar, lalu jaringan saraf kecil mempelajari hubungan antara gambar dan arah pulang.
Memori saraf yang digunakan hanya sebesar 3,4 KB di dalam ruangan dan 42,3 KB di luar ruangan.
Ukuran ini sangat kecil untuk robot ringan.
Potensi di Rumah Kaca
Drone ini bisa memeriksa tanaman di rumah kaca tanpa peralatan komputasi berat. Drone dapat mendeteksi hama, penyakit, atau stres tanaman sebelum menyebar.
Lingkungan dalam ruangan sering menghalangi GPS. Drone kecil juga punya batasan berat dan daya.
>>> Roy Suryo Pastikan Hadir di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi, Minta Polisi Hadir
Bee-Nav menawarkan solusi navigasi yang ringan.
Selain pertanian, sistem ini berpotensi untuk inspeksi industri, gudang, pemantauan lingkungan, dan koordinasi drone otonom.
Dalam uji coba di dalam ruangan, drone kembali dalam jarak sekitar 0,5 meter dari titik awal pada semua penerbangan sejauh 30-110 meter.
Di luar ruangan dengan angin, tingkat keberhasilan mencapai 70% pada jarak 200-600 meter.
Peneliti Dequan Ou mengatakan hasilnya menggembirakan, tetapi sistem perlu lebih kokoh. Angin di luar ruangan membuat drone miring sehingga referensi visual terganggu.
>>> BI Luncurkan 45 Koleksi Fashion UMKM Jabar untuk Perkuat Daya Saing Industri Kreatif
Bee-Nav bukanlah autopilot universal, melainkan kompas ringkas untuk robot kecil yang perlu kembali ke pangkalannya. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Nature.
Update Terbaru
Timex Luncurkan Jam Tangan Retro Marlin America 250 Edisi Khusus
Rabu / 01-07-2026, 07:07 WIB
Arti Kode Batang BBM Pertamina: Fungsi, Manfaat, dan Cara Pendaftaran
Rabu / 01-07-2026, 06:49 WIB
Cara Menggunakan WhatsApp Web di PC, Android, dan iOS Terbaru 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:49 WIB
Iran Ucapkan Terima Kasih ke Meksiko, Sebut Tijuana Rumah Kedua di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:49 WIB
Profil Andi Saputra, Satu-satunya Hakim yang Minta Nadiem Makarim Bebas
Rabu / 01-07-2026, 06:49 WIB
Paraguay Hadapi Prancis di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:45 WIB
Nadiem Makarim: Hakim Tahu Saya Tak Bersalah, Tapi Tak Berani Tatap Mata
Rabu / 01-07-2026, 06:45 WIB
Aturan Pajak JHT 16 Tahun Diprotes, DJP Sinyalkan Batas Bebas Pajak Naik
Rabu / 01-07-2026, 06:45 WIB
Kontroversi Karakter Werewolf Love and Deepspace Berujung Pembatalan
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Obsession Resmi Jadi Film Orisinal Terlaris Dekade Ini, Kalahkan Sinners
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Hideo Yamamoto Luncurkan Manga Baru Suiken Japan pada 6 Juli
Rabu / 01-07-2026, 06:43 WIB
Aktris Ruby Rose Alami Patah Tulang Rusuk Usai Jatuh di Kolam Renang
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB
Royals Hadapi Rays dalam Seri Tiga Pertandingan di Kauffman Stadium
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB
Chad Michael Murray Bicara Masa Depan Sullivan's Crossing Season 5
Rabu / 01-07-2026, 06:42 WIB






