Petani Tebu, Singkong, dan Jagung Dapat Pasar Baru Lewat Program E20
Pemerintah membuka peluang pasar baru bagi petani tebu, singkong, dan jagung melalui program bioetanol E20. Program ini membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter (KL) etanol setiap tahun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan menjadi off taker atau pembeli utama etanol yang diproduksi petani dan pelaku usaha di sektor hulu.
>>> Roy Suryo Pastikan Hadir di Sidang Praperadilan Ijazah Jokowi, Minta Polisi Hadir
"Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta KL, maka kita akan menerapkan program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan program B10 hingga B50.
Kita bikin etanol dengan bahan bakunya dari tebu, singkong dan jagung dengan total produksi yang diperlukan 4 juta KL.
Pemerintah akan menjadi off taker produksi etanol yang dihasilkan petani," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Minggu (29/6/2026).
Kebijakan ini tidak hanya memperkuat pasokan energi nasional, tetapi juga membuka pasar yang lebih pasti bagi hasil pertanian dalam negeri.
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan mendorong industri bioenergi dari hulu ke hilir.
>>> BI Luncurkan 45 Koleksi Fashion UMKM Jabar untuk Perkuat Daya Saing Industri Kreatif
Mengurangi Impor Bensin
Program E20 merupakan kebijakan pencampuran bensin dengan 20 persen etanol. Ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program biodiesel B10 hingga B50 di sektor solar.
Bahlil mengungkapkan kebutuhan bensin nasional mencapai sekitar 40 juta KL per tahun. Kapasitas produksi dalam negeri baru sekitar 14,3 juta KL sebelum tambahan dari Kilang Balikpapan.
Setelah kilang tersebut beroperasi penuh, kapasitas produksi bensin bertambah sekitar 5,5 juta KL. Impor diperkirakan turun menjadi sekitar 20 juta KL per tahun.
Pemerintah menilai penggunaan bioetanol melalui E20 menjadi solusi memangkas ketergantungan impor bahan bakar fosil. Kebijakan ini juga diharapkan memperkuat kesejahteraan petani karena hasil panen memiliki pasar yang jelas.
>>> PDIP: PSI dan Jokowi Terjebak Budaya Raja-rajaan Lewat Injak Kepala Kerbau
Program tersebut menjadi bagian dari strategi nasional menuju ketahanan energi dan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Update Terbaru
Krafton Selesaikan Gugatan, Bayar Bonus Subnautica 2 ke Seluruh Staf
Kamis / 02-07-2026, 04:30 WIB
Senegal Kalahkan Belgia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:30 WIB
Analis Bela Seahawks Juara Bertahan dari Ketidakadilan Media
Kamis / 02-07-2026, 04:29 WIB
Larangan Kembang Api Picu Protes Pengusaha di Gelderland
Kamis / 02-07-2026, 04:29 WIB
Minecraft Gratis Tanpa Install? Cobain Game yang Mirip Minecraft di Poki Games
Kamis / 02-07-2026, 04:29 WIB
Kode Redeem FC Mobile Terbaru Juli 2026: Klaim Hadiah Gratis Sekarang
Kamis / 02-07-2026, 04:28 WIB
Pelajaran tentang Fanatisme dari Pengunjung Piala Dunia Krest
Kamis / 02-07-2026, 04:28 WIB
Trump Perkenalkan Air Force One Baru Hadiah dari Qatar
Kamis / 02-07-2026, 04:28 WIB
Pusat Riset Baru di Singapura Percepat Inovasi AI dan Komputasi pada 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:28 WIB
Insiden Barstool Taylor Frankie Paul Kembali Muncul dalam Perebutan Hak Asuh
Kamis / 02-07-2026, 04:25 WIB
Mantan Pramuka Titans Dinyatakan Bersalah Bunuh Pacar Hamil
Kamis / 02-07-2026, 04:25 WIB
KONI Ungkap Alasan Gandeng DKI Jakarta untuk PON XXII NTT-NTB
Kamis / 02-07-2026, 04:25 WIB
Riley Gaines: Perjuangan Atlet Trans di Olahraga Putri Belum Berakhir
Kamis / 02-07-2026, 04:22 WIB
Laporan Otopsi Ungkap Detail Kematian Aktor 'The Wire' James Ransone
Kamis / 02-07-2026, 04:22 WIB






