Karyawan Klaim Star Wars Eclipse Tidak Bisa Selesai Akibat Rencana PHK Quantic Dream
"Kami bisa merilisnya dengan 115 orang sebagai tambahan, dan itu tidak akan 'kelebihan staf': itulah yang diperlukan."
Kegagalan Spellcasters Chronicles Picu Restrukturisasi
Perselisihan ini menyusul kegagalan komersial Spellcasters Chronicles, proyek multipemain Quantic Dream yang dirilis pada Februari 2026 sebelum dihentikan dukungannya beberapa bulan kemudian.
Menurut Gamekult, pembatalan game tersebut menyebabkan rencana restrukturisasi yang memengaruhi sekitar 115 karyawan—sekitar seperempat dari tenaga kerja studio Paris.
Banyak karyawan percaya bahwa pengembang tersebut seharusnya dialihkan ke Star Wars Eclipse, yang pertama kali diumumkan pada The Game Awards 2021.
>>> 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Meskipun cuplikan sinematiknya telah dirilis, game tersebut sebagian besar tidak hadir dalam pameran publik, memicu spekulasi tentang kemajuan pengembangannya.
Para pekerja juga mengklaim bahwa lembur pada Star Wars Eclipse dimulai tak lama setelah proses restrukturisasi dimulai, menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut tentang beban kerja yang dihadapi tim pengembang yang tersisa.
Karyawan juga mengkritik manajemen dan mempertanyakan peran NetEase. Jules mengkritik budaya pengambilan keputusan yang vertikal di studio.
"Di sini, budaya vertikalitas. Semua keputusan dibuat di puncak."
Ia menambahkan bahwa perubahan arah kreatif sering menyebabkan pekerjaan dibuang, waktu pengembangan terbuang, dan kelelahan di antara staf.
Karyawan juga mempertanyakan peran pemilik Quantic Dream, NetEase Games, dengan mengklaim bahwa mereka telah berulang kali meminta diskusi langsung dengan penerbit tetapi ditolak.
Théo mengatakan kepada Gamekult: "Kami sudah menyatakan ingin berdiskusi dengan NetEase... Kami secara eksplisit meminta mereka berada di meja perundingan...
Tapi mereka dengan tegas menolak."
Meskipun NetEase belum memberikan komentar publik mengenai perselisihan ini, perusahaan telah mengurangi investasi dan merestrukturisasi beberapa studio game internasional selama dua tahun terakhir, memicu spekulasi tentang prioritas jangka panjangnya.
Update Terbaru
7 Cara Atasi Parenting Burnout agar Tidak Melampiaskan Emosi pada Anak
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:40 WIB
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak, Indonesia Peringkat 4
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
Lolos 16 Besar, Norwegia Bawa 300 Kg Ikan ke Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
Syarat Eks ART Mau Damai dengan Erin Terungkap
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
Kenapa Lipstik Matte Bikin Bibir Kering? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Rabu / 01-07-2026, 10:39 WIB
5 Rekomendasi Cushion Tahan Lama, Ada yang Awet hingga 72 Jam
Rabu / 01-07-2026, 10:38 WIB
Olahraga Pagi atau Sore: Mana yang Lebih Efektif untuk Turunkan Berat Badan?
Rabu / 01-07-2026, 10:38 WIB
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Juli 2026, Cek Cara Belinya
Rabu / 01-07-2026, 10:38 WIB
Messi dan Tom Holland Tampil Bersama dalam Iklan Spider-Man: Brand New Day
Rabu / 01-07-2026, 10:36 WIB
Sarah Gibson Ungkap Inisial C, Sosok Wanita yang Diduga Jadi Orang Ketiga Ramai Disorot
Rabu / 01-07-2026, 10:31 WIB
Tugas Gold Lane di Mobile Legends: Peran Wajib Dikuasai
Rabu / 01-07-2026, 10:14 WIB
YouTuber Kim Se Ui Ditahan di Sel Isolasi Usai Sebar Bukti Palsu Kencan Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron
Rabu / 01-07-2026, 10:14 WIB
Ramalan Zodiak 1 Juli: Cancer Jangan Tergesa-gesa, Leo Tetap Waspada
Rabu / 01-07-2026, 10:14 WIB






